Kalah Start, Komisi V DPR RI Akui Keseriusan PT DLU Persiapkan Angkutan Lebaran 2023

0
495

SURABAYA – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Sigit Sosiantomo mengaku kalah start dalam persiapan penyediaan angkutan lebaran tahun 2023 dari perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama . Hal itu diungkapkan saat menghadiri HUT PT Dharma Lautan Utama (DLU) ke 47 yang digelar di Hotel Bumi Surabaya dengan tajuk ‘ Anugerah Mitra Usaha & Pelanggan 2023 ‘.

Menurut Sigit, perusahaan pelayaran angkutan laut PT Dharma Lautan Utama merupakan perusahaan angkutan laut yang konsisten menjaga aturan main baik yang bersifat internasional maupun regulasi pemerintah. Hanya sedikit perusahaan transportasi yang berbicara safety adalah nomor satu. Ini merupakan persoalan serius, angka kecelakan laut di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, dan saya kira adalah persoalannya masalah safety atau kesemberonoan kondisi kapal yang kurang baik, kondisi cuaca yang ekstrim, dan ditambah lagi nakhoda kapal yang mungkin juga agak sembrono.

“Jadi banyak persoalan kita melihat tansportasi laut ini, dan salah satu yang bisa dijadikan contoh baik adalah PT Dharma Lautan,” kata Sigit saat memberikan sambutan yang sekaligus mengucapkan ucapan HUT PT Dharma Lautan Utama (DLU) ke 47 di Hotel Bumi Surabaya, Jum’at (3/3/2023) malam.

Lebih lanjut, anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS asal Jawa Timur itu mengatakan bahwa dirinya berharap supaya PT Dharma Lautan tama memperbanyak kapalnya agar bisa melayani lebih banyak lagi masyarakat di belahan nusantara yang sangat membutuhkan moda transportasi laut antar pulau ini.

“Saat ini sudah 40 an tambah lagi jadi 50 atau 75 agar bisa melayani sua masyarakat, jangan jawa timur saja,” ucapnya.

Memang, Sigit mengkui bahwa PT DLU telah melayani di 23 linasan penyeberangan yang ada di indonesia, itu cukup mengembirakan. Tapi dirinya juga mengakui terkait lintasan yang ada di belahan barat masih ada diskriminasi layanan. Kami di Komisi V sudah berusaha untuk lintasan Merak-Bakauheni memberikan slot yang adil, bukan hanya kepada ASDP tapi temasuk juga ada PT Dharma Lautan, dan kapal-kapal lain yang mempunyai kondisi yang baik.

“Itu sampai sekarang masih kita perjuangkan. jangan kuatir, tidak terlalu buru-buru, kita akan pelan-pelan menjadwal memberikan arahan kepada ASDP untuk membagi slot yang adil terutama disaat angkutan lebaran nanti,” terangnya.

Dari apa yang telah disampaikan oleh Direktur Utama PT DLU bahwa telah melakukan rapat untuk membahas persiapan angkutan lebaran, dan sudah menentukan langkah-langkah guna menjamin kelancaran angkutan lebaran 2023 baik ketersediaan armada kapal maupun sarana pendukung serta sistem layanan kepada masyarakat, Sigit sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan DLU, pasalnya, anggota dewan asal Jawa Timur itu mengaku kalau Komisi V DPR RI saja belum mengundang pemerintah untuk membahasnya tapi pelayaran Dharma Lautan sudah mepersiapkan segalanya.

“Kita belum mengundang pemerintah tapi Dharma Lautan sudah siap, lama-lama kita ngeri juga di dahului Dharma Lautan. Syukur-syukur bisa menjadi brand, ya kalau mau melihat perusahaan angkutan laut ya lihat Dharma lautan,” akunya.

Kami juga sangat melihat keseriusan Dharma Lautan berkiprah dalam melayani masyarakat dan bangsa ini meski dengan keterbatasan subsidi yang belum bisa digelontor oleh pemerintah pada sektor angkutan laut, namun nyatanya DLU tetap eksis melayani.

“Saya tidak tahu gimana caranya, subsidi belum nyampai Dharma Lautan tetap jalan terus, ini lah atas keberkahan melayani masyarakat dengan baik. Hal ini yang patut di contoh,” tandas Sigit.

Bahkan, perlu saya tegaskan, Sigit memberikan point saat awak media mewawancarai bhwa apa yang telah dilakukan DLU itu sudah sangat tepat karena kami Komisi V DPR RI itu salah satu fungsinya untuk memastikan transportasi angkutan laut itu memenuhi standart keamanan dan kenyamanan bagi mayarakat pengguna moda tersebut.

“Satu aja saya ngasih statmen, DLU itu perusahaan yang paling apik yang pernah saya dengar, yang pernah saya lihat, yang pernah saya rasakan. Dia sangat menjaga keselamatan, sangat menjaga kenyamanan, dan fungsi kami memastikan angkutan laut ini memenuhi standart-standart keamanan dan kenyamanan,” tegas Sigit.

Selain itu, Singit juga mendorong PT Dharma Laut mengembangkan sayap diangkutan transportasi pesawat terbang. Hal itu disampaikan bukan tampa alasan, melihat profeionalnya manajemen perusahaan yang begitu gigih dan konsisten menjunjung tinggi mengutamakan keselamatan transportasi laut itu, serta senantiasa sesuai aturan yang berlaku membuat dirinya memberanikan diri berharap DLU juga bisa meambah di dunia moda transportasi udara.

“Yang masih belum yang dilakukan PT Dharma Lautan kalau bisa beli pesawat terbang agar kita bisa menikmati layanan yang bagus untuk angkutan udara. Ini tantangan tantangan saya kepada mas Bambang (Bambang Haryo owner DLU) ya tinggal nanti di ganti Dharma Angkasa,” serunya.

“Mas Bambang kapalnya sudah 25 tolong ditambah menjadi 50 atau 75 lalu kemudian masuk ke angkasa,” imbuh Sigit.

Sementara itu, Erwin H Poedjono Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama mengatakan, meski suara diluaran ribut masalah resesi tapi kami optimis domestik indonesia khususnya luar biasa kuat sehingga diprediksi angkutan lebaran akan mengalami lonjakan hingga 15 persen dengan 23 cabang yang ada di seluruh Indonesia sudah siap melayani angkutan laut khususnya pada angkutan lebaran nanti. Optimisme itu tidak hanya sebuah harapan tapi telah ditunjukkan oleh insan Dharma lautan yang telah menuntaskan gelaran rapat kerja (raker) yang membahas tentang persiapan angkutan lebaran tahun 2023 dengan matang, shingga secara perhitungan teknis akan bisa melayani masyarakat dengan baik.

“Seluruh insan Dharma Lautan kita kumpul di Solo melakukan raker, dan kemudian yang telah kita hasilkan dalam raker itu kita akan rapat bersama dengan stakeholder mempersiapkan pos angkutan lebaran,” tutur Erwin.

Selama ini, Erwin menjelaskan, dengan 45 armada kapal yang tersebar diseluruh Indonesia yang juga menyelenggarakan angkutan keperintisan yang di backup 5 kapal disyukuri bahwa kepuasan masyarakat atas layanan DLU terbukti dengan diterimanya penghargaan dari pemerintah mulai tahun 2000 maupun dari dunia Internasional.

“Walaupun pentarifan di Indonesia belum kondusif tapi kami berusaha untuk bisa survive dengan merebut sebagian besar pasarv transportasi laut dan penyeberangan yang ada di indonesia, dengan memberikan layanan diluar ekspektasi pelanggan,” jelasnya.

Bambang Haryo Soekartono yang juga sebagai Penasehat PT DLU menambahkan, bahwa resesi global yang dijelaskan oleh menteri Keuangan itu dipandangnya terlalu berlebihan karena nyatanya kondisi global dalam keadaan baik, dan hanya perlu aanya kewaspadaan saja.

“Resesi global itu tidak ada karena global dalam keadaan baik-baik saja, hanya kita perlu waspada,” pungkasnya. (And/red)

Comments are closed.