Dirut Pelindo III Mendadak Diganti, Disinyalir Proyek Strategis Nasional Jadi Pemicu

0
361

JAKARTA –  Jabatan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III (Persero) secara mendadak dilakukan penggantian oleh Menteri BUMN, Senin (15/3/2021). Berhembus rumor pergantiaan itu dipicu terkait keberlangsungan proyek-proyek strategis nasional yang tercium kurang maksimal alias lamban.

Hal itu, seirama dengan apa yang telah dilontarkan Ketua DPD RI AA, LaNyalla Mahmud Mattalitti
Kepada jajaran direksi dan komisaris dengan memberikan teguran kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/2) lalu.

“Sejak saya menjabat Ketua DPD RI, sudah dua kali saya ke Pelindo III, artinya masih ada masalah aja di Pelindo ini. Saya terima beberapa aspirasi dan aduan dari stakeholder pelabuhan. Saya harap jangan sampai tiga kali saya ke sini ya, karena saya ingin semua bekerja on the track,” tegasnya.

Dalam Raker, ada dua materi pokok yang menjadi fokus pembahasan, salah satunya yang menjadi materi pokok pembahasan adalah proyek pembangunan terminal Labuan Bajo.
“Yang pertama, saya meminta data dan informasi mengenai perkembangan Proyek Strategis Nasional Pembangunan Pelabuhan Multipurpose di Labuan Bajo dan Patimban, serta pengembangan dan modernisasi pelabuhan-pelabuhan lain di bawah wilayah kerja PT Pelindo III,” kata LaNyalla.

U Saefudin Noor yang sejak setahun ini menjabat sebagai dirut digantikan posisinya oleh Boy Robyanto. Nama Boy bukan orang asing di manajemen Pelindo III, sebagai Direktur Teknik dipandang mampu mengawal proyek-proyek yang sedang didorong pemerintah, seperti pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Boy lebih tepat mengawal itu dengan kepiawaiannya,” ujar sumber pelindo III yang engan disebut namanya. Selain itu, Boy bukan orang instan di jajaran  Pelindo III, Dia merupakan pejabat karir di BUMN Pelabuhan Indonesia. Dia tercatat pernah menjabat sebagai CEO Regional Kalimantan Pelindo III, SVP Port Facility Pelindo III serta GM Pelindo III Cabang Tenau/Kupang, dan juga pernah berjibaku menggawangi terwujudnya terninal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Untuk diketahui, PT Pelindo III (Persero) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan dalam mengelola dan membawahi 43 pelabuhan umum di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Berdiri sejak 1 Desember 1992 lalu, perseroan terus berkembang hingga mampu memiliki 11 anak usaha dan perusahaan afiliasi Pelindo III bergerak dalam beragam sektor terkait jasa kepelabuhan seperti logistik, layanan kesehatan, petikemas, pengelola terminal curah cair dan gas, sarana bantu pemanduan, operator terminal, penyedia tenaga kerja, jasa pemeliharaan, pengelolaan alur pelayaran, kawasan industri, bongkar muat dan sebagainya. Hingga saat ini, perseroan tersebut juga berperan sebagai perusahaan induk (holding company) dari anak usaha yang ada. (Omiz/rg/red)

Comments are closed.