Tanggap Bencana Kebakaran Pelabuhan Maumere Asah Ketrampilan SDM

0
211

MAUMERE – PT Pelindo III (Persero) pelabuhan Maumere lakukan penguatan Sumber Daya Manusia guna menciptakan SDM yang Unggul dan Berbudaya K3 pada semua sektor usaha yang salah satunya dengan mengadakan latihan penggunaan alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan uji coba Hydrant di lingkungan terminal pelabuhan Maumere.

“Mencoba dengan kegiatan ini untuk merefresh yang berkaitan dengan K3 dan menumbuhkan semangat kesadaran diri untuk berbudaya K3. Kita inisiatif jangan sampai tiba masa tiba akal artinya bahwa kita selalu sigap dalam kondisi apapun apalagi hal ini menyangkut safety,” kata General Manager PT Pelindo III (Persero) Pelabuhan Maumere, Erry Ardiyanto, Jum’at (5/2/2021).

Simulasi penanganan bahaya kebakaran (PBK) yang dilakukan di terminal Maumere itu melibatkan tenaga operasional dan security. Namun sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut, pihak manajemen mengawali dengan mengedukasi para pegawai dan tenaga operasional serta security di Pelindo 3 Maumere yang dilakukan oleh GM Pelindo 3 Maumere.

“Terkait dengan APAR kami menjelaskan secara umum APAR, dan cara pemeriksaannya serta cara penggunaan APAR. Sedang terkait Hydrant, dilakukan penjelasan tentang Hydrant Outdor,  cara pemeriksaan Hydrant, dan cara penggunaannya,” jelas Erry.

“Diikuti security, formen yang sedang tidak bertugas, dan operator yang sedang off mas,” imbuhnya.

Menurut Erry, Kegiatan ini juga dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keahlian penanganan bahaya kebakaran di lingkungan kerja khususnya pelabuhan Maumere. Seyogyanya hal ini dilakukan secara rutin dan berkala sehingga seluruh insan Pelindo 3 memahami dengan benar serta dapat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran dilingkungan kerja.

“Brifing pagi setiap hari juga dilakukan terhadap pegawai yang dilakukan oleh Manajer maupun okeh GM,” tandas mantan GM pelabuhan Lembar itu.

Bahkan, jajaran pelindo juga telah mendapat pelatihan pemadam kebakaran sehingga kita mencoba merefresh , saling berbagi ilmu serta sekaligus mengecek fasilitas hydrant yang ada di pelabuhan dengan melakukan drilling supaya bisa digunakan secara sigap

“Selain itu, bila ditempat lain sekitar pelabuhan ada kejadian kebakaran kita juga bisa membantu secara sigap,” ujarnya.

Memang, lanjut Erry, kita juga melakukan inspeksi terhadap fasilitas pelabuhan itu seminggu sekali guna memastikan apakah pipa-pipa hydrant tersebut berbungsi dengan baik apa tidak termasuk pompanya.

“Makanya kita coba tes berapa daya jangkauan alat pemadam itu ternyata cukup lumayan dengan kekuatan sembur hingga 50 meter. Alhamdulillah kegiatan driiling berjalan lancar dapat dilaksanakan oleh tenaga yang ada di lingkungan internal Pelindo Maumere,” syukurnya.

Disisi lain, pelabuhan Maumere di masa pandemi Covid-19 ini telah menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan kantor pusat dan juga pemerintah dengan selalu memperhatikan Pola Adaptasi Kebiasaan Baru yaitu Protokol Kesehatan 5 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi Mobilitas).

“Apabila kita temukan ada pihak yang tidak menggunakan masker maka kita tidak ijinkan masuk pelabuhan teemasuk TKBMnya yang pelaksanaannya dibantu pengawasannya dari BKO TNI Angkatan Laut,” tegas Erry.

Sementara itu, tidak dipungkuri, dengan adanya Corona ini sedikit banyak berpengaruh terhadap oprasional pelabuhan karena memang secara global ekonomi makro sangat lesu tetapi, Erry menegaskan, kami pelabuhan tidak patah semangat tetap melayani dengan setulus hati sehingga kebutuhan logistik masyarakat yang masuk melalui pelabuhan Maumere terus dapat terlayani.

“Tapi kita juga harus ingat untuk tetap budayakan K3 dan disiplin protokol kesehatan supaya kita selamat, keluarga selamat, Indonesia bisa segera sehat,” pesannya.

Erry melihat, potensi yang ada di pelabuhan Maumere dapat dikembangkan sehingga bersama jajarnya dirinya yakin dapat berbuat seperti yang diharapkan. Terlebih dengan pengalaman sudah 5 kali bertugas di wilayah nusa tenggara timur (NTT), dirinya sudah memahami betul tipikal kepribadian orang-orang timur sehingga untuk menggugah semangat agar bisa memahami baik budaya perusahaan maupun SOP dalam beraktivitas di lingkungan pelabuhan dapat dijalankan tidak sulit baginya.

“Saya mempunyai pengalaman 5 kali Berdinas di  NTT jadi sudah berasa seperti rumah sendiri, he…he…he,” kelakarnya mengakiri percakapannya. (Omiz/die)

Comments are closed.