Kelola Pelabuhan, SMT Ditantang Harus Bisa Bersaing Sehat

0
251

SURABAYA – PT Siam Maspion Terminal (SMT) yang telah sah menjadi BUP umum setelah ditandatanganinya konsesi dengan KSOP Gresik mendapat amanah dari Dirjen Hubla R. Agus Purnomo untuk dapat bersaing yang sehat ditengah-tengah bisnis kepelabuhanan yang telah ada.

Dalam penandatangan perjanjian Konsesi untuk kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan di pelabuhan yang dioperasikan PT SMT Gresik dilakukan langsung antara Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik, Totok Mukarto dengan Direktur PT SMT, Marianus Oei yang disaksikan langsung Direktur Jendral Perhubungan Laut (Dirjen Hubla), R. Agus H Purnomo bersama Presiden Direktur PT Maspion Group, Alim Markus.

Pada kesempatan itu, Dirjen Agus mengatakan, melihat perjuangan yang telah dilakukan dari TUKS hingga melakukan pelayanan umum dengan ijin sementara maka akhirnya kita support yang dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan konsesi untuk jangka waktu 43 tahun full operasi oleh PT SMT dengan fee 2.5 persen yang diberikan kepada pemerintah.

“Pasti dengan terminal umum kedepan pasti berkembanglah. Harapannya dengan konsesi ini ekonomi tumbuh dan kesempatan kerja juga tumbuh,” tuturnya selepas acara penandatanganan konsesi di hotel Vasa, Sabtu (8/7/2020).

Bagaimana ekonomi Indonesia bangkit dimasa pandemi ini, jangan juga saling membunuh agar tumbuh bersama dengan hadirnya SMT sebagai pelabuhan umum baru ditengah BUP milik Pelindo III Group yang sudah ada saat ini.

“Kita juga buka peluang dimana-mana di banyak tempat. Dalam perjuangan yang lain agar lebih muda untuk diberi feedback,” katanya.

Menurut Agus, kita dorong pelabuhan agar bisa efisien, dibandingkan dengan negara lain kita harus kompetitif. Untuk itu, kita dukung sepenuhnya.

“Saya yakin bisa kita kalahkan siapa saja di dunia kalau kita mau,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Presiden Direktur PT Maspion Group, Alim Markus menyebut, dirinya sudah menyiapkan kawasan industri di Gresik (KIG) dan juga kawasan industri Sidoarjo (KIS). Hal ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan industri khususnya di Jawa Timur.

“Kalau di KIS bahkan pihaknya menjual 850 ribu per meter, begitu juga di Gresik paling mahal Cuma 2 juta per meter yang sudah didukung terminal pelabuhan,” katanya.

Selanjutnya, Alim Markus meyakinkan, dalam bidang kepelabuhanan, PT. Maspion akan segera bekerja sama dengan Dubai Port World untuk mengembangkan Terminal Kontainer di wilayah Gresik. sehingga dengan dukungan kawasan industri arus barang akan sangat cepat keluar masuk dari pelabuhan Gresik. Itu tentunya sangat efisien

“Pak Alim, DP world itu harus masuk ke indonesia di jawa timur tapi pak Alim jangan jual kepemilikannya,” serunya mengulang pesan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi padanya.

Alim Markus targetkan bisa mewujudkan terminal Petikemas itu nantinya per tahun bisa tembus 3 juta TEUs. Tentu, kepercayaan yang diberikan pemerintah ini harus betul-betul kita manfaatkan untuk kerja, dan itu akan kita buktikan.

“Yang namanya Alim Markus itu betul-betul kerja, ndak. Termasuk barangnya kita janin tidak kalau dari Jepang, Korea maupun China. Saya berani jaminan muttu,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur PT SMT, Marianus Oei mengaku, dengan adanya konsesi ini, PT. SMT menjadi BUP swasta murni pertama di Propinsi Jawa Timur yang mendapatkan penunjukan konsesi sebagai Pelaksana Kegiatan Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan di Pelabuhan Gresik.

“Kapasitas operasional PT. SMT sampai saat ini adalah rata-rata 4.500.000 ton/tahun terdiri dari 65% curah kering & general cargo dan 35% curah cair & gas,” paparnya.

Marianus menambahkan, dengan konsesi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mendukung program Pemerintah dalam upaya meningkatkan kelancaran logistik nasional yang efisien. Pengembangan kapasitas layanan kepelabuhanan PT. SMT akan terus ditingkatkan sesuai dengan proyeksi pengembangan dalam perhitungan konsesi PT. SMT.

“Perjalanan kami memang tidak singkat, merangkak dari TUKS dari tahun 2015 sebagai BUP dan baru hari ini baru sah sebagai pelabuhan umum dengan konsesi ini,” akunya.

Untuk diketahui, PT. SMT adalah perusahaan Joint Venture antara PT. Maspion Investindo (Maspion Group) dengan SCG Chemical Pte. Ltd. (SCG Group Thailand) yang berdiri sejak tahun 1995 dan beroperasi secara komersial tahun 1998, sebagai pemilik dan pengelola TUKS di lingkungan Kawasan Industri Maspion Manyar, Gresik. (Omiz)

Comments are closed.