Hadang Corona Masuk Perak, INSA Terima Kapal Lambat Sandar

0
200

SURABAYA – Kewaspadaan terhadap masuknya penyebaran Virus Corona melalui pelabuhan Tanjung Perak dengan melakukan pemeriksaan setiap kapal asing khususnya yang berasal dari negara China dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di area labuh alur pelayaran barat surabaya (APBS) sedikit banyak akan berpengaruh pada waktu sandar kapal di pelabuhan Tanjung Perak. Pasalnya, agenda pemeriksaan itu harus disesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal agar tidak terjadi kemoloran waktu tambatan tatkala hendak sandar.

Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, M. Tohir mengatakan, sebelum dimulainya langkah pemeriksaan bagi kapal asing khususnya dari China dan Hongkong yang hendak masuk di Tanjung Perak, bersama KKP dan Pelindo III mengadakan rapat bertempat di Syahbandar yang pada intinya untuk mendukung amanah pemerintah dalam mengantisipasi masuknya virus corona melalui jalur laut.

“Kami meminta para agen kapal di Surabaya pro aktif mengidentifikasi kapal-kapal yang hendak masuk pelabuhan Tanjung Perak dari negara yang terjangkit virus corona tersebut selama 2×24 jam agar waktu tambatan dapat disesuaikan dengan persiapan petugas KKP untuk melakukan pemeriksaan diatas kapal,” katanya baru baru saja.

Pelaksanaannya sendiri, lanjut Tohir, sudah dilaksanakan mulai tanggal 29 Januari 2020 lalu yang selanjutnya pihak KKP telah melakukan langsung pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang masuk diarea yang telah ditentukan di sekitar bouy 2 dan 3 bersamaan dengan Pandu tatkala akan melakukan pemanduan.

“Kalau kita kan tidak punyak keahlian itu makanya KKP pihak yang sebagai pelaksananya, dan hingga tanggal 2 Pebruari kemarin ada sekitar 9 kapal asing,” jelasnya.

Namun begitu, Tohir tak menampik kalau pelaksanaan pemeriksaan terhadap kru kapal asing tersebut sedikit banyak akan berdampak pada waktu pergerakan kapal yang akan sandar di dermaga pelabuhan Tanjung Perak. Itu memang harus dilakukan sesuai instruksi pimpinan di pusat sebagai langkah antisipatif.

“Memang INSA yang diwakili oleh Ketuanya, Stenven telah menemui saya untuk membicarakan perihal pemeriksaan yang akan dilakukan oleh KKP kepada kapal asing. Mengingat pentingnya hal itu pelayaran diminta proaktif menjebatani jalanya pemeriksaan,” kata Tohir.

Terpisah, Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya, Stenvenn H Lesawengan menyatakan, pemeriksaan kapal oleh KKP terhadap kru kapal asing memang akan berdampak pada waktu sandarkan kapal. Namun dirinya mengingatkan, virus corono itu sesuatu yang luar biasa yang menggegerkan Dunia terhadap negara-negara Asean khususnya, maka penangananya harus juga dilakukan yang luar biasa pula. Jika menyisahkan masalah tambatan, secara pribadi dirinya mengaku tidak mempersoalkannya karena kalau benar pemeriksaan itu ada sispek yang dibawa oleh kapal itu sendiri dan masuk ke surabaya, kan itu lebih luar biasa.

“Saat ini kan awal-walnya, kita memahami petugas KKP itu bukan pelaut yang tidak dilatih untuk naik tangga “monyet” kapal maka membutuhkan serius dan membutuhkan pemahaman semua pihak khususnya pelayaran sehingga kalau kapal ada delay oleh karena pemeriksaan itu kita tidak mempermasalahkan. Tapi petugas KKP juga jangan main-main, jika dijadwalkan hari ini periksa tapi baru turun besok,” tegasnya.

Menurut Stenven, upaya mengatasi corona ini tidak masuk melalui kapal memang harus dilakukam, namun kita juga harus melihat dari kebiasan yang telah berjalan sepertinya ada hal yang keliru. Dimana-mana orang pertama yang naik kapal itu adalah petugas kesehatan, yang kalau di Indonesia itu KKP tapi nyatanya selama ini petugas Pandu yang selalu pertama.

“Dia KKP yang mempunyai kopetensi tidak ada yang lain, maka harusnya dia yang pertama kali diatas kapal sebelum yang lain. Jika dikaitkan dalam hal penanganan virus corona khususnya di Tanjung Perak, sebelum Pandu ya KKP naik duluan tidak seperti selama ini Pandu yang biasa naik di bouy 2 dan 3, kaitanya dengan area pemeriksaan,” papar Stenven.

Stenven menambahkan, harusnya ada SOP tata cara dari awal pemanduan dilakukan karena Pandu seharusnya tidak bisa sekonyong-konyong melakukan tugasnya seperti biasanya sebelum petugas KKP melakukan pemeriksaan diatas kapal asing, hal itu akan mendukung upaya pencegahan yang dimaksud. Bagaimana bagi kapal yang berlayar dari China mau menuju ke Surabaya tapi masih transit ke negara lain maka seharusnya sudah tidak lagi diperiksa.

“Tidak semua kapal asing dilakukan pemeriksaan tapi hanya kapal yang direct dari China to Surabaya yang diperiksa serius, apabila negara itu sudah melalui negara lain yang sudah dilakukan pemeriksaan maka kapal tersebut sudah tidak perlu lagi diperiksa, Artinya tidak semua kapal diperiksa secara intensif oleh petugas KKP,” pungkasnya. (ruu)

Comments are closed.