Kunjungan Dirlala Capt. Wisnu Di Tanjung Perak, Temukan Pelanggaran Truk Odol

0
121

SURABAYA – Pastikan jalannya kegiatan lalu lintas laut dalam suasana libur Natal 2019 dan menjelang Tahun Baru 2020 (Nataru) di pelabuhan Tanjung Perak, Direktur lalu Lintas Laut Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Wisnu Handoko melihat langsung dengan mengelilingi dermaga Jamrud Utara hingga lapangan parkir kendaraan penumpang kapal Roll On-Roll Off (RORO), Sabtu (21/12/2019).

Secara keseluruhan kegiatan angkutan laut jelang Natal dan Tahun Baru di Tanjung Perak dirasakan lancar dan berjalan dengan baik serta tidak dirasakan adanya lonjakan penumpang kapal baik yang turun maupun yang akan menaiki kapal meski sempat melihat antrian yang sangat panjang calon penumpang kapal KM Dharma Ferry VII di area Jarud Utara pelabuhan Tanjung Perak.

“Kalau saya lihat Nataru ini tidak sepadat kalau Lebaran Idul Fitri dengan kapasitas kapal yang disediakan, baik oleh Pelni, Dharma Lautan, atau operator lainya setidaknya kapasitas yang ada masih cukup untuk di Tanjung Perak ini tidak terlalu sepadat seperti yang ada di daerah timur seperti Sulawesi Utara, Papua, Ambon sedang untuk Surabaya sendiri masih cukup,” katanya disela mengamati kapal sambil bersandar railing Terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) isisi atas yang dikelolah Surabaya Morth Quay (SNQ), Sabtu (21/12/2019).

Namun Wisnu masih menemukan dilapangan, antrian truk muatan kapal-kapal RORO masih melanggar ketentuan muat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah yang meluber hingga ditaruh diatas kabin truk . Sambil mengambil foto truk tersebut, tampak raut muka Wisnu melihatkan rasa kecewa atas prilaku ekspedisi truk yang masih saja berbuat ceroboh tanpa mempertimbangan sisi keselamatan meski SOP tentang itu sudah dibuat oleh Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak. Menurut Wisnu, pelabuhan ini sifatnya terakhir atau penerima, kami berharap law enforcement dilakukan oleh penegak hukum yang ada sebelum memasuki pelabuhan karena kalau di pelabuhan dilakukan sweeping akan menimbulkan kepadatan.

“Harapannya sih hal itu bisa ditegakkan meski SOP sudah kita minta bisa diatasi oleh operator. Jadi di pelabuhan itu sudah clear,” tegas Wisnu.

Sementara itu, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, M. Dahri mengaku, pihaknya sudah menjalankan SOP yang tekah dibuat untuk truk muatan kapal RORO namun hingga kini belum maksimal meski sudah dibuatkan buffer area untuk menjawab persoalan over dimensi dan over load (Odol).

“Memang sejauh ini belum maksimal meski telah kita arahkan truk masuk buffer area mereka tidak mau dengan alasan takut dibongkar, takut ditertibkan, padahal disitu hanya untuk konsolidasi saja namun 80 persen sudah masuk,” ujarnya.

Jika dilapangan masih ditemukan muatan truk seperti yang telah dilihat bersama Direktur Lala tadi, Dahri seperti engan disalahkan bahwa lebih jelasnya posisi Otoritas itu tidak bisa melakukan tindakan.

“Kami hanya sifatnya koordinator sedang penegakan itu dilakukan oleh instansi yang ada sesuai dengan tupoksi masing-masing yang telah kita masukan dalam tim di SOP,” kilah Dahri. (ruu)

Comments are closed.