Tersulut Korek Api Kontainer Lem Fox Depo Tanto Meledak

0
177

SURABAYA – Akibat kelalaian/human error supir trailer Moh Tohir yang memutus tali pengaman dengan korek api, kontainer bermuatan Lem Fox yang dikemas dalam blek meledak hingga mengakibatkan terbakar yang menelan 6 orang korban jiwa saat hendak kegiatan re-stuffing muatan di Depo Kontainer PT Tanto, Jum’at ( 20/12/2019) sekitar pukul 08.30 WIB.

Diduga lem fox muatan kontainer sebelum meledak saat tertutup rapat selama perjalanan menguap. Karena tersulut api dari korek yang dipantik Tohir akhirnya meledak dahsyat dan terbakar hingga merobekkan kontainer tersebut.
Dari kronologi dilapangan, kejadian sekira pukul 08.30wib kendaraan trailer dengan nopol L 9795 NN yang dikemudikan Moh. Tohir waraga Sidotopo Sekolahan 9/20 Surabaya bermuatan kontainer 20 feet milik PT. PELNI yang disewa oleh EMKL PT. WARDANA masuk ke lapangan penumpukan DEPO TANTO dan akan/langsung dilakukan kegiatan re-stuffing muatan.

Pasca pintu kontainer dibuka oleh petugas tallyman dan sebagian petugas tallyman tsb masuk/naik ke dalam kontainer guna mengecek isi muatan, kemudian supir trailer MOH. TOHIR bersamaan juga melakukan aktivitas melepas tali pengaman muatan yang berada di pintu kontainer dengan menggunakan /menyalakan korek api sehingga secara tiba-tiba kontainer tersebut meledak dan terbakar.

“Sehingga para pekerja yang berada di sekitaran area trailer terpental dan mengalami luka-luka, “ ujar salah satu petugas depo yang engan disebut namanya, Jum’at (20/12/2019).
Untuk kegiatan pemadaman dilakukan oleh team pemadam kebakaran dari pemkot Surabaya sebanyak 7 unit mobil Damkar, 4 unit sepeda motor Damkar sebagai pendukung, dan 3 unit mobil Damkar pelindo (PBK) juga sebagai pendukung mengingat kejadian tersebut sudah ditangani sepenuhnya oleh team dari pemkot Surabaya. Api berhasil dipadamkan oleh team pemadam sekira pukul 10.00wib.

“Ya. Kontainer 20 ft terbakar di Depo Jl Tanjung Tembaga,” kata Andrean, seorang dari petugas PBK Pelindo III yang turut memadamkan api di lokasi kejadian.
Merujuk data yang diperoleh dari RS PHC Surabaya, terdeteksi 6 korban, rata-rata menderita luka parah. Masing-masing, korban berinisial M (25) menderita pendarahan otak dan cedera paru paru. Kemudian, lelaki inisial MY (59) dirawat karena pendarahan otak dan pendarahan dalam perut. Sedangkan, H usia 51 tahun mengalami memar pada dada dan korban W (25) menderita luka robek kepala dan memar di bahu.
Sementara, dua korban lainnya, S (49) mengalami pusing kepala dan pingsan, lalu AS (30) dirawat karena luka sobek di kepala, lengan, memar pada dada, dan memar kaki kiri.
“Tim Medis RS PHC Surabaya, memastikan semua korban akan mendapatkan penanganan secara komprehensif,” tutur Irvan di pesan WhatsApp yang dikirimkan. (ruu)

Comments are closed.