Sertifikat Green Port pertama di Indonesia

0
175

JAKARTA Di dalam rangkaian acara puncak Hari Nusantara ini, Deputi Safri mewakili Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa, memberikan sertifikat Green Port kepada 9 Pelabuhan terpilih, diantaranya Terminal Teluk Lamong, Terminal Umum Krakatau Bandar Samudera, Terminal Cabang Makassar, Terminal IPC Peti Kemas Tj. Priok, Terminal Belawan International Container, Terminal Jamrud Tj. Perak, Terminal Peti Kemas Semarang, Terminal Balikpapan, Terminal Peti Kemas Makassar.

Tahun 2019, merupakan awal pelaksanaannya Assessment implementasi Green Port di pelabuhan internasional di Indonesia. Hasil dari penilaian terhadap 9 pelabuhan menunjukan peringkat dan capaian kerja Green Port. Capaian 9 pelabuhan tersebut akan terus didorong untuk meningkat ditahun-tahun mendatang dengan target 96-100% untuk dapat meraih predikat Green Port di tahun 2023.

Program Green Port bertujuan untuk mendukung pengembangan pelabuhan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sebagai upaya mewujudkan pelabuhan berkelas dunia. Sejak tahun 2007, diinisiasi oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Marves, yang beranggotakan tim antar Kementerian/Lembaga dan auditor bersertifikasi dari sucofindo dan BKI. Sedangkan nilai tertinggi sertifikasi Green Port kali ini di raih Terminal Teluk Lamong. (eha)

Comments are closed.