Tak Kuat Naik Kapal Truk Besi Tua Terjebur Ke Laut

0
143

BANJARMASIN – Akibat kelebihan muatan, truk dengan nomor polisi L 9232 NN bermuatan besi tua yang dikemudikan Dicky tak mampu menaiki ramp door kapal KMP Dharma Kartika IX milik PT Dharma Lautan Utama saat kegiatan muat di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jum’at (6/12/2019) sekitar pukul 05.25 WITA.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Capt. Mugen S Sartoto menjelaskan, telah terjadi kecelakaan pada saat pemuatan kendaraan truk besar ke atas kapal KM. Dharma Kartika lX atas truk bermuatan besi tua tujuan Surabaya. Penyebab kejadian kendaraan tidak mampu naik ke kapal karena kekurangan angin info dari sopir kendaraan kehabisan angin rem yabg mengakibatkkan melaju mundur.

“Saat mundur, sopir membanting kendaraan ke arah laut dan tercebur ke laut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at (6/12/2019).

Atas kejadian itu, lanjut Mugen, sudah dilakukan tindak lanjut dilakukan penarikan unit truk tersebut dan pengambilan muatan yang tumpah oleh pemilik kendaraan dan ekspedisinya.

“Untuk kerusakan pagar dermaga akan dilakukan perbaikan oleh PT. DLU,” jelas Mugen sesuai dengan berita acara kronologi kejadian yang diterimanya.

Disinggung muatan truk yang tumpah ke laut berpotensi terjadi pencemaran, Mugen menegaskan bahwa apa yang tumpah truk dan isinya ke laut itu tidak menyebabkan polusi.

“Muatan bukan polutan, staf KSOP bersama crew DLU dan Pelindo stand by di lokasi untuk antisipasi kemunginan itu. Upaya evakuasi juga sudah dilakukan,” tegasnya.

Sedang terkait SOP barang muatan kapal RORO, Mugen mengaku sudah ada dan pelaksanaannya sepenuhnya ada dalam operasional Pelindo III selaku operator pelabuhan.

“Sudah ada di sop terminal bisa hubungi pelindo,” ucap Mugen.

Terpisah, Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Anton mengaku, kejadian kecelakaan salah satu muatan KMP Dharma Kartika IX itu murni akibat force majeur yang dialami truk tersebut. Namun tidak berdampak pada kapal karena kejadian masih diatas ramp door kapal.

“Tidak terkena kapal sama sekali. Tidak ada kendala sama sekali kecuali rem blong bang,” katanya.

Lebih lanjut, disinggung terkait tanggung jawab atas kerusakan fasilitas pelabuhan, Anton sepertinya enggan bicara meski beberapa kali ditanyakan melalui jaringan pribadi Whatsapp.

Sementara itu, CEO Regional Kalimantan PT Pelindo III (Persero) Boy Robyanto mengatakan, atas kejadian itu seluruh kerusakan fasilitas pelabuhan Trisakti menjadi tanggungjawab pihak PT Dharma Lautan Utama (DLU), dan sudah dibicarakan oleh pihak Pelindo III Banjarmasin.

“Dari laporan yang disampaikan ke saya, persiapan evakuasi pukul 14.50 WITA, dan selesai sekitar pukul 15.18 WITA dengan biaya ditanggung PT DLU. Investigasi dan lesson learned sudah kami buatkan dan menunggu tanda tangan GM dan PT DLU,” kata Boy sesuai laporan yang diterimanya.

Saat ditanya bagaimana fasilitas timbangan dipelabuhan, Boy mengaku memang sudah ada timbangan yang tersedia namun bukun diperuntukkan untuk muatan kapal RORO. Tapi dirinya sudah menyampaikan kepada jajaran pelabuhan Trisakti Banjarmasin bahwa masuk ke RoRo harus ditimbang dulu, paling tidak ada early Warning.

“Sekalian kelebihan timbangan nya bisa sebagai retribusi ke Pemkot sekaligus meminimalisir kerusakan jalan akibat kelebihan beban muatan,” teranya.

Dari informasi yang didapat di lapangan, SOP kendaraan RORO belum ada untuk mengatur berat muatan kendaraan dan fasilitas timbangan di jalur R0R0. Belum pernah dilakukan, namun sudah ada pembicaraan secara tidak langsung dengan instansi terkait. (ruu)

Comments are closed.