PMS Peduli Pendidikan Dukung IAI Bentuk Profesionalisme Akuntan

0
75

SURABAYA –  Ikatan akutan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur bekerjasama dengan PT Pelindo Marine Service (PMS) menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) dengan tema “Indonesia Menuju Super Holding ” Mengupas pengelolahan dan penyajian laporan keuangan Holding Company yang bertujuan untuk memahami pengelolahan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahan.

Direktur Utama PT. Pelindo Marine Service (PMS) Drs. Eko Hariyadi Budiyanto, AK, MM, M.Sc mengatakan, keterlibatan PMS bersama Ikatan Akutansi Indonesia dengan menggelar Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“CSR yang kita berikan kepada masyarakat itu tidak hanya melulu pembangunan fasilitas umum, rumah ibadah tapi dunia pendidikan juga merupakan tanggung jawab perusahaan. Apalagi ini terkait erat dengan PMS yang merupakan group perusahaan dengan anak-anak perusahaan yang ada didalamnya,” katanya ditemui disela acara PPL IAI Jatim yang diselenggarakan di ruang serbaguna Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu 25/9/2019).

Disamping itu, lanjut Eko, PMS juga merupakan perusahaan yang mempunyai group bisnis core di dunia maritim yang sudah mencapai 3 perseroan  anak perusahaan (PT. Alur Pelayaran Barat Surabaya, PT. Pelindo Energi Logistik, PT. Berkah Multi  Cargo Logistik  bahkan telah tumbuh cucu perusahaan, yaitu PT. Lamong Nusantara Gas.  Sehingga tak salah kalau PMS bersama IAI Jatim menggelar PPL dengan mengangkat tema membahas persoalan Mengupas Pelaporan Keuangan Holding Company  dengan maksud bisa memberi ilmu kepada pelaku usaha maupun anggota yang hadir pada acara ini.

“kami ingin ikut mencerdaskan masyarakat dan juga memberikan masukan kepada Pemerintah bagaimana mengelola laporan keuangan itu secara rapi dan benar serta pelaku bisnis agar bisa mengikuti standar laporan keuangan untuk  menjaga kepercayaan masyarakat kepada perusahaan itu sendiri,” jelas Ehay sapaan akrab Eko.

“Kita juga ingin mengenalkan dan memberi gambaran tentang Pelindo III secara umum dan tentang PMS Group khususnya bahwa bisnis maritim itu seperti apa,” imbuhnhya.

Ehay menambahkan, khsusnya bagi anggota IAI ini merupakan Endorse gelar yang disandangnya terhadap keahlian sebagai akutan. Bahkan, tak jarang juga menjadi ajang pembahasan sesuatu yang lagi tran agar dunia IAI juga dapat menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.

“Atau bisa dibilang mengendrose  profesi untuk menjaga profesionalismenya,” tandasnya.

Ketua IAI Wilayah Jawa Timur, Prof. Basuki, M.Com (HONS), Ph.D, AK, CMA, CA menjelaskan, bagi anggota ikatan akutansi Indonesia itu sendiri disamping sebagai wadah Endrose profesionalisme gelar, juga merupakan pengumpulan poin yang menjadi penunjang endrose itu sendiri yang nilainya tergantung berapa lama waktu diikutinya.

“Pendidikan berkelanjutan sangat dibutuhkan anggota IAI, dimana setiap anggota harus mempunyai kredit poin sehingga perlu mengikuti kegiatan semacam ini. Bahkan, bagi anggota yang tidak bisa memenuhi standar yang telah disyaratkan konsekuensinya bisa pencabutan profesi tersebut,” terangnya.

Menurut Basuki, IAI berperan dalam memberikan masukan untuk setiap perusahaan agar melakukan manajemen pembukuannya dapat dilakukan dengan baik. Dalam hal terkait dengan Holding Company, laporan keuangan holding company atau konsolidasi disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan yang meliputi posisi keuangan induk perusahaan dan anak perusahaan yang secara ekonomis dianggap sebagai kesatuan usaha walaupun terpisah entitas hukumnya atau dengan kata lain berbeda nama perusahaannya. Laporan keuangan yang disajikan saling berhubungan.

“Melalui PPL ini juga, IAI ikut berperan ‘mencerdaskan’ masyarakat pelaku usaha sebagai pencerahan pengetahuan bagaimana perusahaan itu membangun holding agar lebih kuat untuk mendukung persaingan bisnis dalam bersaing karena aset terkonsentrasi, sumberdayanya pun terkonsentrasi,” pungkas Basuki.

Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan, SDM dan Umum PT. PMS, Sapto Wasono Soebagio, SE, MM, Sk. CA bertindak sebagai salah satu pemateri dari  3 materi yang disajikan dengan mengusung tentang Best Practice pengelolaan keuangan Hokding Company di lingkungan PT PMS Group.
Sedang sebagai Keynote Speech adalah Ketua Dewan Pimpinan Nasional IAI,  Prof. Mardiasmo, MBA, Ph.D, Ak, CMA, CA. (ruu)

Comments are closed.