Enggan Pasrah Dengan Keadaan, PT. DLU Ambil Langkah Awasi Pemuatan Truk Ekspedisi

0
60

SURABAYA – Penanganan muatan truk kapal Roll On – Rol Off (RORO) yang hingga kini belum berjalan optimal sangat dirasakan pihak pelayaran, bahkan akan menjadi momok bagi masyarakat pengguna mida angkutan kapal laut.

Penanganan muatan truk kapal Roll On – Rol Off (RORO) yang hingga kini belum berjalan optimal sangat dirasakan pihak pelayaran, bahkan masih menjadi momok di dunia pelayaran.
Bertolak dari itu, PT Dharma Lautan Utama (DLU) melakukan langkah antisipatif memastikan truk calon muatannya dengan melakukan pengawasan langsung di tempat ekspedisi masing-masing saat melakukan pemuatan. Dengan langkah itu, DLU berharap bisa mengetahui pasti barang apa saja yang dimuat untuk menghindarkan dari adanya barang berbahaya yang tidak dilaporkan sehingga tidak bisa memberi perlakuan khusus serta penanganannya selama diatas kapal.

“Urusan safety tidak main-main, itu yang harus diutamakan karena itu bentuk tanggung jawa kita kepada masyarakat dengan melayani sebaik mungkin memberi kepastian keselamatan penumpang sehingga itu dilakukan sebagai tindakan antisipatif,” kata Direktur Utama PT. Dharma Lautan Utama, Erwin H. Poedjono, SE disela perhelatan akbar Malam Anugerah Prestasi 2019 PT. DLU di Hotel Bumi Surabaya, Jum’at (30/8/2019) malam.

Menurut Erwin, regulasi terkait muatan kapal RORO itu sebenarnya sudah ada tapi realisasinya yang belum ada dari regulator karena seringnya dilakukan rapat bersama tetapi hingga hari ini belum ada realisasinya di lapangan, dan ini sangat memprihatinkan. Kita tidakl bisa begitu saja menunggu waktu yang tak menentu untuk masalah safety ini, sehingga kita mengupayakan apa yang bisa dilakukan dengan mendatangi para ekspedisi setiap kali melakukan pemuatan baik secara rendem maupun berkala. Dalam hal ini, kita minta cargo manifest disertai proses pemuatan itu ada fotonya, jadi layer1 dan seterusnya itu ada fotonya semua. Selain itu, juga memberikan edukasi agar mereka juga bisa menjaga muatannya sekaligus menjaga usahanya karena kalau ada sesuatu dia pasti terganggu.

“Karena kita sadar untuk keselamatan itu juga tidak bisa dilakukan sendiri, keterlibatan para pemilik barang sangat diperlukan. Kalaupun kita tidak bisa melihat, pada saat melakukan pemesanan tiket mereka (ekspedisi.red) harus menyerahkan foto itu yang selanjutnya adalah bagaimana kita memberikan penyadaran budaya keselamatan kepada ekspedisi,” jelasnya.

Erwin Berharap, ada langkah nyata dari pemerintah baik itu upgrading SDM nya maupun penambahan sarana-sarana untuk infra struktur keselamatan seperti X-Ray untuk truk sebab itu sudah sangat mendesak, dan tidak bisa ditawar lagi meski ada keluhan pengadaannya mahal.

“Pertanyaan kita, lebih mahal mana dengan kapalnya itu aja yang perlu dipahami,” tandas Erwin.

Laki-laki berkacamata itu juga mengingatkan, hal ini erat kaitanya dengan antusias masyarakat yang sudah semakin sadar mengunakan moda transportasi kapal laut, apalagi saat ini dipengaruhi kebijakan tiket pesawat masih terbilang mahal sehingga masyarakat berbondong-bondong beralih ke angkutan kapal laut. Seperti yang telah lewat, angkutan lebaran bisa tembus kenaikan 30 persen untuk penumpang.

“Pada priode tahun yang sama, saat ini mengalami peningkatan penumpang kapal, tapi situasi seperti ini bila tidak dijaga oleh semua stakeholder khususnya dari sisi keselamatan tentu akan membuat ragu-ragu bahkan kekecewaan dari masyarakat. Kita sangat membantu dengan mahalnya harga tiket pesawat masih bisa menyeberangkan mereka,” terang Erwin.

Dorong SDM Berkualitas Kerja Keras dan Cerdas Dalam Pelayanan

Sementara itu, disinggung terkait penyelenggaraan acara malam ini, Erwin mengatakan, Malam Anugrah Prestasi merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan DLU hingga detik ini sudah ke 17 dengan maksud untuk memotivasi karyawan agar bisa mempunyai semangat yang lebih dalam melayani masyarakat.

“Kita ini kan pelayan, insan Dharma Lautan itu pelayan jadi kalau menjadi pelayan jangan setengah-setengah supaya menjadi pelayan yang baik,” ucapnya.

Meski diakuinya, ditengah kondisi perekonomian seperti saat ini, dimana pentarifan yang sudah 2 (dua) tahun tidak ada penyesuaian dilakukan pemerintah, ini adalah salah satu cara kami untuk memotivasi karyawan agar mereka selalu bersemangat dalam melaksanakan tugasnya melayani masyarakat. Alhamdulillah, sambutan dari semua pihak baik dari internal maupun eksternal kita juga diapresiasi, karena sumber daya manusia ini kan dampaknya tidak terhingga.

“Satu orang manusia dapat merusak semua tapi satu orang manusia juga bisa berdampak membuat lebih baik,” ingat Erwin.

Selain itu, kita juga memberikan apresiasi kepada mitra kerja khususnya pihak regulator maupun fasilitator di pelabuhan atau stakeholder yang bekerjasama dengan kita khususnya terkait dengan pelaksanaan angkutan lebaran Idul Fitri 2019 kemarin yang dapat berjalan dengan baik dan sukses melayani masyarakat.

“Sinergi yang baik itu membuahkan hasil yang baik pula sehingga pelayanan terhadap para pemudik dapat optimal, untuk itu kita berikan apresiasi setiap tahun,” imbuhnhya.

Kita menyadari, keberhasilan perusahaan tidak lagi mutlak ditentukan oleh fasilitasn dan proteksi dari pemerintah, namun oleh kualitas SDM dalam melayani pelanggan. Kita semua bekerja tidak hanya “Lebih Keras”, tetapi juga dengan cara yang “Lebih Cerdas”. Untuk itu, salah satu langkah strategis yang lebih kami tempuh adalah peningkatan mutu sumber daya manusia secara nyata dan konsisten yang didalamnya mengandung prinsip Reward & Punishment guna merealisasikan Visai dan Misi perusahaan. Kami memandang SDM bukan sebagai beban, namun sebagai modal (aset) perusahaan hyang mampu merubah kinerja dan citra perusahaan. Dengan itu lah kita menyelenggarakan acara Anugerah Prestasi.

“Inti acara ini adalah, bagaimana akhirnya kita bisa memberikan layanan sebaik mungkin, semaksimal mungkin kepada masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan,” pungkas Erwin. (ruu)

Comments are closed.