Pemuatan Sapi Madura Mulai Menggunakan Sejenis Garbarata

0
62

BANGKALAN – KUPP Telagabiru telah membuka wawasan masyarakat Madura pelaku usaha pengiriman hewan ternak antar pulau melakukan pemuatan dengan menggunakan sejenis Garbarata di pelabuhan Pasean, Pamekasan, dan meninggalkan cara lama melalui rede transport saat memuat ke kapal yang selama ini dilakukan di pelabuhan Telagabiru akibat keterbatasan fasikitas.

“Kami mendorong semua pengiriman sapi keluar dari Telagabiru kita arahkan supaya dilakukan melalui pelabuhan Pasean sebagai Wilker kami karena lebih aman dan tidak bikin stres hewan,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Telagabiru, Bambang Sugiarto, S.IP, MM setelah memantau pengiriman Sapi ke luar jawa melalui pelabuhan Pasean, Ahad (25/8/2019).

Karena selama ini, lanjut Bambang, sudah bertahun-tahun penyedia dan pengguna jasa di pelabuhan Telabiru melakukan pemuatan hewan ternak secara rede transport dengan menggunakan kapal kecil mengimbal ke kapal yang lebih besar di tengah posisi lego jangkar karena keterbatasan fasilitas pelabuhan.

“Dengan model pemuatan seperti itu, disamping proses muat lebih lama, dan juga mekan biaya ekonomi yang lebih tinggi Juga hewan menjadi stres,” terangnya.

Meski demikian, Bambang mengaku, pengguna dan penyedia jasa masih keberatan jika pemuatan dialihkan ke salah satu wilayah kerja (Wilker) pelabuhan Telagabiru yaitu Pasean . Padahal pelabuhan Pasean memiliki fasilitas pelabuhan yang lengkap baik, dermaga, gudang, terminal, dan lapangan penumpukan juga kantor yang sudah dibangun oleh UPP Branta sebelumnya melalui dana APBN.

“Setelah itu ada serah terima aset pembangunan kepada UPP Telagabiru sejak tanggal 13 Mei 2016 lalu,” ungkap Bambang.

Untuk itu, Bambang menambahkan, melalui sosialisasi kepada pengguna dan penyedia jasa yang tidak henti-hentinya secara bertahab telah mendapat respon positif dari sebagian pelaku usaha, hal itu terbukti mulai tanggal 25 Agustus 2019 hari ini sudah ada yang melakukan pemuatan hewan ternak dengan menggunakan KLM Sumber Usaha GT 42 dengan tujuan Pontianak yang muat 223 ekor Sapi dan 15 ekor Kambing melalui pelabuhan Pasean.

“Kegiatan pemuatan hewan ternak di pelabuhan Pasean merupakan kegiatan pertama sejak serah terima tahun 2016 dan kegiatan pertama kali meningglkan sistem rede transport di pelabuhan telaga biru,” akunya.

Selanjutnya, Bambang berharap, dari kegiatan pemuatan ternak yang diawali KLM Sumber Usaha di pelabuhan Pasean akan menjadi percontohan, dan diikuti oleh pengusaha lainnya. Menurutnya, kegiatan di Pasean lebih ekonomis bila dibandingkan di Telagabiru dengan tabspirt rede.

“Lebih cepat waktunya, yang biasanya dilakukan 3 hari di Telagabiru, jika di Pasean hanya 3 jam proses pemuatannya dengan fasilitas pelabuhan yang memadahi ,” pungkasnya. (ruu)

Comments are closed.