Pelindo III Sosialisasikan Program Kerja Manajemen Kepada Regional Jatim

0
116

SURABAYA – PT.Pelabuhan Indonesia III (Persero) selenggarakan Sosialisasi mengenai Restrukturasi Organisasi, Talent Management System (TMS) dan Pembentukan Holding BUMN Maritim yang diikuti seluruh pejabat struktural dilingkungan PT Pelindo III Regional Jawa Timur dalam bentuk diskusi bertempat di Ruang Karang Jamuang Lantai III Kantor Cabang Tanjung Perak, Rabu (24/7/2019).

CEO PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Regional Jawa Timur, Onny Djayus menuturkan, pelindo III butuh orang – orang yang bertalenta, dan bisa bekerja sebagai team work. Namun menurutnya, orang-orang bertalenta saja tidaklah cukup untuk bisa membuat Pelindo III dapat melejit kedepan sehingga perlu upaya menyatukan pemahaman bersama semua pegawai.

“Oleh karena itu, sosialisasi sekaligus acara diskusi ini sangatlah penting guna tercapainya kesepahaman dalam informasi baru pada seluruh staff pelindo III baik pusat, regional, hingga pelabuhan cabang pelindo III,” ujarnya.

Kegiatan yang mendatangkan narasumber dari kantor Pusat itu dibawakan 3 (tiga) pembicara utama yaitu, I Putu Sukadana (Senior Manager Diklat, Kesra SDM dan HSSE), Edi Priyanto (Senior Manager Strategi dan Kesisteman SDM) dan Firmaniansyah (Senior Manager Change Management System).

I Putu Sukadana yang membuka pada sesi pertama sebagai pemateri utama memaparkan, alasan dilakukannya restrukturisasi organisasi yaitu agar organisasi lebih adaptif dan antisipatif terhadap perubahan khususnya dalam industri 4.0, pemerataan beban tugas dan tanggung jawab, percepatan proses organisasi melalui pemberdayaan dan pendelegasian wewenang, meningkatkan kolaborasi dan team work di perusahaan, orientasi pada hasil dan kualitas, semangat pelayanan dan membuka kesempatan berkarir. Hal tersebut akan tercapai melalui perhitungan produksi pada pelabuhan atau terminal serta penggunaan mastriks RASCI untuk mengukur efektifitas organisasi.

“Sehingga, Pelindo III melakukan restrukturisasi antara lain, menghapus jabatan Asisten Senior Manajer Building Information Modelling (BIM) di kantor pusat, menghapus jabatan Deputy Manager pelayanan terminal, memindahkan fungsi pelaporan pelayanan terminal ke Deputy Manager Perencanaan dan Pengendalian Pelayanan Kapal, Memindahkan fungsi operasi pelayanan terminal ke pelabuhan/terminal, Mengubah Nomenklatur Deputi Manajer Akuntansi menjadi Deputi Manajer Akuntansi Keuangan dan Manajemen, Mengubah Nomenklatur Deputi Manajer Anggaran menjadi Deputi Manajer Perbendaharaan, Menambahkan fungsi pengembangan bisnis pada divisi Komersial, Menambahkan fungsi perpajakan pada Sub Divisi Perbendaharaan, Menggabungkan fungsi Operasi dan Penunjang Operasi menjadi satu pada jabatan Manager Pelayanan Terminal,” urainya.

Sedang, pada sesi kedua, diselenggarakan sosialisasi mengenai Integrated Talent Management System (ITMS) PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang disampaikan oleh Edi Priyanto. Pada sesi itu, Dia menjelaskan tentang ITMS yang merupakan sebuah terobosan dibuat Pelindo III sebagai wujud digitalisasi pengelolaan Human Capital (HCIS) untuk menjaring talent potensial dan optimalisasi pengembangan kompetensi pegawai yang dapat dikembangkan melalui aplikasi “PINTAR” (Pelindo III Talent Rescource). Mengingat tuntutan bisnis yang semakin tinggi, kebutuhan pengembangan future leader yang kompeten dan profesional diperlukan.

“Oleh karena itu Pelindo III kini menerapkan aplikasi “PINTAR” agar treatment yang tepat untuk mengembangkan dan retensi pegawai dapat dilakukan. Melalui assignment rutin, data dan track record pegawai dapat menunjukkan Talent yang unggul. Kemudian para Telent akan berpeluang dikembangkan potensinya lebih lanjut dan dipersiapkan untuk menduduki jabatan struktural di PT. Pelindo III,” jelas Edi.

Diakhir sesi ketiga, Firmaniansyah memberikan sosialisasi mengenai Pembentukan Holding BUMN Maritim. Dirinya menerangkan skema Pembentukan Holding BUMN Maritim yang dicanangkan oleh pemerintah berdasarkan Undang—Undang No.19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bahwa BUMN didirikan untuk memberikan nilai tambah dan peningkatan perekonomian bangsa (pasal 2). Pembentukan holding ini tediri atas Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Pelindo IV, PT. VTP, PT. IKI, PT. DPS, PT. PAL, PT. PELNI dan PT. DLU. Restrukturisasi Holding BUMN Maritim akan dilakukan secara bertahap mulai dari integrasi pelayanan infrastruktur menuju integrasi pelayanan ekosistem maritim.

Kemudian dalam prosesnya, IKI merupakan kandidat Induk Holding yang optimal dilihat dari konsiderasi utama penciptaan nilai dan kemudahan implementasi. IKI terpilih atas dasar kinerja bisnis dan performa finansial yang positif selama 5 tahun terakhir, kemudian skala bisnis saat ini yang terbaru di ekosistem maritim. Firmaniansyah memaparkan bahwa holding bertujuan untuk sinergi dan bagaimana mendapat hasil yang memuaskan dan bermanfaat bagi stakeholders terkait baik dari sisi pelanggan, karyawan, perusahaan maupun pemerintahaan.

“Dengan holding saling mengintegrasi dan saling memanfaatkan kekuatan bersama. Holding tidak berarti ada PHK, pegawai Pelindo III akan tetap menjadi pegawai Pelindo III”, pungkasnya. (Amd/Hms)

Comments are closed.