Konektivitas Indonesia Timur, 31 Kapal Perintis Dioperasikan Di Wilayah Maluku Dan Maluku Utara

0
184

(maritimedia.com) – SURABAYA – Pemerintah mengalokasikan 31 kapal dari total 113 kapal yang dimiliki Kementerian Perhubungan untuk melayani masyarakat di wilayah Propinsi Maluku dan Maluku Utara.

Hal ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah terhadap akses konektivitas di wilayah Indonesia Timur khususnya Maluku dan Maluku Utara.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengatakan begitu pentingnya konektivitas di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Karena itu, Pemerintah mengalokasikan 22 kapal perintis untuk propinsi Maluku dan 9 kapal perintis untuk propinsi Maluku Utara.

“Provinsi Maluku dan Maluku Utara merupakan provinsi yang sangat mendapatkan perhatian Pemerintah pusat di sektor transportasi laut melalui program Tol Laut dengan 31 kapal perintis, mengingat Provinsi Maluku dan Maluku Utara secara geografis merupakan daerah kepulauan. Kondisi ini menjadikan provinsi Maluku menjadi provinsi yang memiliki paling banyak kapal angkutan laut perintis,” kata Capt. Wisnu di Jakarta.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu mengatakan, Pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin untuk pengaturan pada masa docking kapal perintis agar tidak sampai berdampak pada konektivitas dan krisis kebutuhan barang pokok dan penting.

Capt. Wisnu menegaskan, berbagai langkah akan dilakukan oleh Pemerintah untuk memastikan keberlangsungan pelayanan kapal perintis baik dengan cara mendatangkan kapal pengganti ataupun deviasi modifikasi rute kapal perintis.

“Ditjen Hubla akan memastikan bahwa kapal perintis tetap hadir melayani masyarakat di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Dan dalam hal ditemukan suatu waktu tidak ada kapal sama sekali di suatu daerah apalagi sampai terjadi krisis Bahan pokok dan penting maka diimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkannya ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut setempat atau ke kantor pusat Ditjen Perhubungan Laut di Jakarta untuk selanjutnya akan segera kami proses lebih lanjut,” pungkas Capt. Wisnu di lansir Humas Laut Kemenhub.

Comments are closed.