Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Ditutup, Posko Angkutan Laut Lebaran Masih Berlanjut Hingga H+15

0
135

(maritimedia.com) – SURABAYA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi resmi menutup Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440 H untuk moda transportasi darat, udara, dan kereta api, jum’at (14/6/19).

Sedangkan Posko moda transportasi laut masih akan diperpanjang hingga H+15 dan dipindahkan ke Gedung Karsa, lantai 4 Kantor Kementerian Perhubungan.

“Perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor pelayaran kapal dari satu titik ke titik lainnya memakan waktu lebih lama bila dibandingkan moda transportasi lainnya sehingga ditetapkan Posko Angkutan Laut Lebaran dimulai lebih dahulu dan berakhir belakangan yaitu dari H-15 s.d. H+15 atau hingga 21 Juni 2019,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo.

Dirjen Agus menyebutkan secara umum Kemenhub mencatat terjadi penurunan angka kecelakaan mencapai 71 % dari tahun 2018, termasuk di moda transportasi laut.

Lebih lanjut, Dirjen Agus menyoroti jumlah pemudik angkutan laut meningkat. Dari H-15 sampai dengan H+7 tahun 2019, total penumpang naik sebanyak 1.480.636 orang atau meningkat 8,57 % dari tahun 2018. Sedangkan total penumpang turun sebanyak 1.437.183 orang atau 7,79 % dibanding tahun lalu.

Adapun pelabuhan yang mengalami lonjakan penumpang paling tinggi selama masa angkutan laut lebaran 2019 banyak terjadi di Kepulauan Riau, seperti Pelabuhan Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Tanjung Buton, Surabaya, Ternate, Balikpapan, Makassar, dan beberapa wilayah lain.

“Tapi kami bersyukur semuanya masih bisa tercover dan seluruh penumpang dapat terangkut. Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang, kami memanfaatkan kapal-kapal yang ada, memberikan dispensasi kapasitas penumpang serta melakukan penataan trayek kapal khususnya pada titik-titik yang terjadi lonjakan penumpang,” ucap Dirjen Agus di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2019M/1440 H Kemenhub.

Tak lupa, Dirjen Agus menyampaikan apresiasinya kepada TNI AL yang telah membantu pengerahan kapal KRI Makassar dari Balikpapan ke Surabaya dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2019 ini sehingga pelaksanaan mudik lebaran berlangsung dengan aman, selamat, tertib dan nyaman.

“Hingga kini, mudik lebaran tahun ini berjalan lancar dan sukses. Di sisi lain, kami juga menyadari masih terdapat beberapa kekurangan. Namun kekurangan yang terjadi pada tahun ini nantinya akan dijadikan pelajaran untuk memperbaiki penyelenggaraan mudik lebaran pada tahun berikutnya,” pungkas Dirjen Agus dilansir Humas Laut Kemenhub.

Dirjen Agus juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan mudik Lebaran tahun ini, khususnya untuk moda transportasi laut.

Comments are closed.