Posko Terpadu Angleb 2019 Resmi Dibuka, Kondisi Arus Mudik Dapat Dipantau Real Time 24 Jam

0
98

(maritimedia.com) – SURABAYA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan pembukaan Pos Koordinasi (Posko) Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019, Selasa, (28/5/19).

Melalui Posko yang berada di Kantor Kementerian Perhubungan tersebut, Menhub Budi menyebutkan situasi dan kondisi selama arus mudik maupun arus balik akan dapat terpantau secara real time.

“Posko ini berlangsung selama 24 jam, selama 24 jam tersebut dapat di pantau secara real time situasi yang ada baik itu arus penumpang, pergerakan kendaraan pribadi maupun pergerakan transportasi umum,” jelas Menhub Budi di Jakarta.

Lebih lanjut, Menhub Budi mengatakan melalui pemantauan yang bisa dilakukan selama 24 jam ini, pihaknya dapat melakukan langkah-langkah antisipasi ataupun mengambil keputusan secara cepat dalam rangka menjaga kelancaran arus mudik maupun balik.

“Tujuan dibentuknya Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2019 ini adalah untuk melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2019, juga untuk memantapkan koordinasi antar petugas instansi baik pemerintah maupun non pemerintah guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik,” ucap Menhub Budi.

Selain itu, Menhub Budi juga menyebutkan, awak media juga dapat memanfaatkan posko ini sebagai media center untuk mendapatkan informasi terkini seputar penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2019.

“Rekan-rekan media juga dapat menjadikan posko ini sebagai media center untuk mendapatkan situasi yang terkini untuk dapat memberikan informasi kepada masyarakat” pungkas Menhub Budi dilansir Biro Komunikasi Dan Informasi Publik Kemenhub.

Sebagai informasi, Posko Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 (1440 H) dimulai pada H-7 (29 Mei 2019) s.d H+7 (13 Juni 2019) selama 16 hari bertempat di Ruang Mataram Kementerian Perhubungan.

Posko ini diikuti oleh berbagai instansi yang terdiri dari Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Perhubungan Udara, Ditjen Perkeretaapian, Badan Litbang Perhubungan, Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Perhubungan, KNKT, dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

Berikutnya, PT Angkasa Pura I dan II, Perum LPPNPI, PT Pelindo, PT ASDP Indonesia Ferry, PT KAI, PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, Perum Damri, BMKG, Basarnas, Korlantas Polri, Kementerian ESDM, Kementerian Kesehatan, Dishub Provinsi DKI Jakarta, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), dan Sentra Komunikasi Mitra Polri (Senkom Mitra Polri).

Comments are closed.