KSOP Gresik Bersama Komponen Terkait Kawal Angkutan Lebaran 2019 Kondusif

0
121

GRESIK – KSOP Gresik Lakukan apel bersama unsur pelabuhan dan Polres Gresik sebagai persiapan pelaksanaan angkutan lebaran tahun 2019 yang diselenggarakan di pelataran pelabuhan Gresik, Rabu (22/5/2019).

Kepala kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik, R. Totok Mukarto, SH. CN M.Si. CCBL mengatakan, dalam pelaksanaan angkutan lebaran tahun ini sudah disediakan tiga kapal yang akan melayani masyarakat dari pelavuhan Gresik ke Bawean dengan menggunakan KM Express Bahari, KM Natuna Express dan KM Gili Iyang.

“Ketiga kapal tersebut sudah kita lakukan uji petik dan dalam kondisi laik serta kelengkapan alat keselamatan kapal sesuai dengan kapasitas jumlah penumpangnya,” ujarnya sesaat setelah memimpin apel, Rabu (22/5/2019) Sore.

Menurut Totok, lonjakan penumpang akan terjadi pada H-2 dengan perkuraan ada 11.168 naik dan penumpang turun sebanyak 9.998 penumpang.

“Kita tidak rencanakan ada penambahan kapal namun akan ada evaluasi bila ada lonjakan penumpang dengan menambahkan jadwal keberangkatan kapal yang mana jika biasanya sehari sekali akan menjadi dua kali,” jelas Totok.

Totok mengingatkan, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat sebagai pengguna transportasi itu sendiri. Untuk itu, kita juga sudah menyiapkan posko dan tempat pelayanan medis bagi calon penumpang kapal bila ada keluhan terkait kesehatannya selama ngkutan lebaran ini.

“Kami berharap semua bisa mengutamakan safety di dalam tujuan mudik sehingga bisa berjumpa dengan keluarga untuk silaturahmi bersama,” pesannya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kapolres Gresik, AKBP. Wahyu S Bintoro, SH. SIK. MSi mengatakan, dalam rangka menyambut lebaran tahun ini kita melaksanakan operasi Ketupat Semeru 2019 dengan menyiagakan Satpolair dengan jumlah 23 personil, 20 standby di Gresik dan 3 di Bawean. Juga kita siagakan 4 kapal yang siap lakukan patroli di perairan Gresik.

“Kita himbau kepada masyarakat khususnya nelayan agar meningkatkan kewaspadaan dan para pekerja di pelabuhan melakukan aktifitas untuk tertib terhadap aturan mengingat bersaamaan dengan adanya peningkatan arus penumpang kapal pada jekang lebaran,” katanya.

Wahyu mengaku, juga bekerjasama dengan KSOP dan Pelindo III secara bersama-sama untuk mengingatkan terutama pada kapal-kapal yang sudah dioperasionalkan sebagai sarana angkutan lebaran atas kelengkapan keselamatannya sebagai langkah antisipasi laka laut.

“Bila ada keadaan darurat jadi sudah siap dan yang jelas tidak ada namanya over load penumpang sehingga bisa menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus penumpang dari pelabuhan Gresik menuju Bawean maupun sebaliknya,” terangnya.

Selain itu, lanjut Wahyu, kami juga sudah lakukan giat saur on the road dengan sekitar 400 tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan Gresik bersama pihak Kodim. Kami himbau kepada seluruh tenaga TKBM agar mewaspadai hasutan-hasutan dan provokasi pasca Pemilu agar menghilangkan fanatisme 01 dan 02 untuk bersatu menjaga kondusifitas pelabuhan bersama.

“Kita pilih tenaga TKBM karena mereka terdiri dari berbagai suku sehingga bisa menyampaikan informasi kepada saudara-saudaranya pasca pesta demokrasi untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar kondusif,” tandasnya.

Wahyu juga menambahjan, Kita juga meningkatkan patroli sekala besar bersama unsur TNI dan KSOP, Pelindo III serta pemerintah daerah untuk terus mengingatkan seluruh masyarakat yang terlibat dalam operasional pelabuhan dapat menjaga keadaan dengan baik agar pelaksanaan angkutan lebaran dapat berjalan hingga lenBaran nanti tidak ada sesuatu kondisi yang berarti.

“Kami bersama untuk mengingatkan ABK kapal agar memperhatikan dan mewaspadai keselamatan kapalnya dari kejadian kebakaran seperti tahun lalu baik diakibatkan konsleting listri maupun lainnya,” pungkasnya. (ruu)

Comments are closed.