Untuk Kenyamanan Pemudik, Menhub Minta Integrasi Antarmoda di Pelabuhan Tanjung Emas Diperkuat

0
97

(maritimedia.com) – SURABAYA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pelindo III untuk memperkuat integrasi antarmoda di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Hal ini untuk menambah kenyamanan dan mempermudah penumpang kapal yang ingin berganti angkutan usai turun dari kapal menuju ke daerah-daerah tujuan, misalnya dengan angkutan bus.

“Kami minta kepada pelindo III bisa kerjasama dengan Pemda dan PO Bus untuk mengadakan bis-bis dari Tanjung Emas ke beberapa kota terdekat ke terminal-terminal bus. Jadi jangan biarkan mereka yang datang dari Kalimantan naik ojek, naik taksi online, duitnya habis nanti. Ngga kuat karena jauh tempatnya, dan yang bahaya itu mereka juga mungkin tidak terlalu familiar dengan daerah pelabuhan ini,” kata Menhub Budi saat meninjau Terminal Tanjung Emas Semarang, Minggu (5/5/19).

Menhub Budi juga mengapresiasi Pelindo III yang telah membuat program mudik gratis dengan kapal laut PT Pelni dan menyediakan angkutan bus gratis ke daerah-daerah tujuan pemidik dengan bus Damri.

Namun demikian, menurut Menhub Budi, angkutan bus di luar program mudik gratis juga perlu dilakukan mengingat pergerakan penumpang menuju Jawa Tengah besar sekali.

“Selain dari Jakarta, penumpang kapal laut yang menuju ke Semarang juga banyak dari daerah lain seperti di beberapa kota di Kalimantan seperti dari kumai, Sampit, Pontianak dan sebagainya,” ucap Menhub Budi.

Lebih lanjut Menhub Budi mengatakan, perlu juga diatur mengenai jadwal ketersediaan angkutan lanjutan setelah turun dari kapal. Menhub meminta Pelindo III melakukan pemetaan jam kedatangan kapal, sehingga operasional bus bisa menyesuaikan.

“Jadi disesuaikan, kalau memang harus 24 jam ya 24 jam. Kalau tidak, nanti di atur saja. Misalnya bus mulai beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 10 malam, lalu kalau ada kapal yang datang malam di atas jam 10, mereka kita minta tetap di Pelabuhan dulu, jangan keluar dari pelabuhan, demi keselamatan,” pungkas Menhub Budi dilansir Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kemenhub.

Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut dan Ditjen Perhubungan Darat juga memanfaatkan pelabuhan Tanjung Emas sebagai tempat tujuan para pemudik pada program mudik gratis pemudik sepeda motor dengan kapal laut dan kapal penyeberangan.

Tahun ini total kuota yang disediakan mampu menampung hingga 8000 penumpang dan 4000 sepeda motor untuk kapal laut. Sementara, untuk total kuota dengan kapal roro penyeberangan sebanyak 2000 penumpang dan 1000 motor (untuk keberangkatan Jakarta-Semarang dan sebaliknya).

Setiap tahunnya, Kemenhub terus meningkatkan jumlah kuota penumpang dan sepeda motor program mudik gratis dengan kapal laut dan kapal penyeberangan. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari program Kemenhub untuk mengurangi jumlah pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor seperti, dari Jakarta ke Semarang.

Comments are closed.