Hadirkan Depo Kontainer Internasional BMC Pelindo III Group Demi Efisiensi Logistik

0
148

SURABAYA – Menjawab atas kebutuhan Depo Kontainer khusus Internasional yang representatif, jauh dari kemacetan dan dekat dengan terminal petikemas di wilayah pelabuhan Tanjung Perak yang diinginkan para pelaku usaha guna menunjang oprasionalnya, PT PMS melalui anak perusahaannya PT BMC hadirkan Depo Pelindo Logistik dengan kapasitas 4000 TEUs yang menempati lahan seluas 1.3 Ha.

“BMC menjawab semua itu, kita mengisi celah efisiensi logistik dari pada dibawa ke depo yang ada selama ini kan jauh-jauh tempatnya dari lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak,” kata Direktur Utama PT Pelindo Marine Service (PMS), Eko Hariyadi Budiyono (Ehay)sesaat setelah Lounching Depo Kontainer BMC Pelindo Logistik yang terletak di jaalan Laksda M. Nasir, Kamis (2/5/2019).

Ehay mengakui, depo empty kontainer Internasional di tanjung Perak masih tergolong jarang keberadaannya dan kebanyakan yang ada hanya domestik, apalagi konsumen luar negeri prinsipnya tidak mau repot terkait urusan Bea Cukainya, Forwadingnya, terkait dengan dokumen sedang BMC ini mempunyai.

“Ini merupakan komitmen Pelindo III group terhadap efisiensi logistik Nasional dengan menjawab kesulitan para pelaku usaha mencari depo yang representatif, jauh dari kemacetan dan dekat dengan terminal petikemas,” jelas Ehay.
Di area ini, lanjut Ehay, dengan luas sekitar 7 Ha akan dikembangkan dengan konsep integrasi kegiatan logistik domestik dan internasional dalam satu area. Menurutnya, integrasi logistik tersebut merupakan yang pertama dalam lingkup kerja Pelindo III, yang akan dioperasikan oleh BMC.
“Kami prioritaskan untuk logistik Internasional sedang domestik kan sudah banyak. Tapi kami tidak juga menolaknya, apalagi lokasinya juga dekat,” tandasnya.

Ehay menambahkan, area ini nantinya, akan dialokasikan untuk mensupport kegiatan petikemas Internasional dengan luas lahan sekitar 1,3 Ha yang akan memiliki kapasitas 4000 TEUs per bulan. Dengan support lift on lift off, cleaning, repair container, reefer plug, dan bahkan kegiatan stripping stuffing.

“Kita targetkan pada awalnya bisa meraup 2500 TEUs per hari hingga jelang Lebaran nanti,” harap Ehay.

Sedang, Direktur Teknik PT Pelindo III (Persero), Joko Noerhudha mengingatkan, hadirnya Pelindo Logistik BMC memang diharapkan bisa mengisi celah market atau kebutuhan para mitra kerjanya. BMC Logistics sendiri, menurutnya sesuai dengan visi Pelindo III, kedepan kita berharap bisa melayani end to end services, dimana di era disruption saat ini harus bisa hadir untuk menjawab karena gangguan, perubahan itu bisa datang darimana saja.
“Supaya BMC bisa memberi layanan yang paling optimal,” pesanya.
Joko mengaku, baru kali ini BMC mempunyai fasilitas yang lebih representatif, dimana sebelumnya hanya mengoperasikan depo milik Cabang Tanjung Perak.
“Buatlah layanan itu mengadress kebutuhan konsumen, apa sih yang dibutuhkannya, jangan cutomer yang harus menurut BMC atau seperti apa. Tapi layanan itu dibuat sesuai dengan keinginan konsumen,” pintanya.

Dengan adanya depo konsolidasi internasional pertama ini menjadi penyedia logistik, menjadi kepanjangan tangan daripada Pelindo III Group untuk memberi layanan yang terintegrasi kepada seluruh customer pelabuhan.

“Saya juga bangga bahwa depo ini sudah mengadopsi layanan IT, jadi tidak hanya terminal TPS saja atau tidak hanya terminal Nilam tapi depo BMC sudah cashless,” ucap Joko.

Disamping itu, memang, Ehay melihat, bisnis logistik merupakan salah satu yang saat ini memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi, seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat dan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

“PMS menghadirkan PT Berkah Multi Cargo (BMC Logistik) sebagai anak perusahaan merupakan salah satu perwujudan dari visi PT Pelindo III (Persero) yang ingin menjadi pemimpin bisnis di industri maritim,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Surabaya, Steven H Lasawengen menyatakan, ketika saya mencuplik dari sambutan dari Direktur Utama PMS yang jujur bertanya, apakah kehadiran Depo BMC Logistik tidak akan menjadi kompetiter bagi yang lain, jawabnya Iya. Tapi saya coba beranalog, 20 tahun yang lalu, kami pelayaran tidak pernah terpikirkan biaya Freight kapal Surabaya – Jepang hanya bisa 100 US Dolar, padahal kala itu biayanya 600 US Dolar. Taksi Blue Bird tidak pernah terfikir hancur dengan hadirnya Ojek Online.

Pun demikian para penggunajasa khususnya para pemain logistik tidak pernah terfikir kalau Pelindo III akan merambah bisnis ini. Maka kalau bertanya kami tersaingi pasti, khususnya perusahaan logistik.

“Inilah yang harus disadari teman-teman pemain logistik. Blue Bird sekelas itu saja habis,” katanya.

Stenven mengingatkan, kehadiran BMC anggap saja menyajikan restauran baru dimana para pekanggan bebas untuk memilih dengan yang sudah ada.

“Yang penting cara bermainnya harus fear. Jangan mentang-mentang yang punya restauran seenaknya membuat menu yang tidak halal untuk dikonsumsi bagi pelanggan, wah itu berbahaya,” seru Stenven sambil tertawa lebar. (ruu)

Comments are closed.