Pelindo III Group Borong Penghargaan K3 Nasional 2019

0
133

(maritimedia.com) – SURABAYAPelindo III Group berhasil memborong 6 penghargaan pada Anugerah Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2019 yang diadakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Jakarta, Senin (22/4/19) yang lalu.

Dalam gelaran penghargaan K3 Nasional 2019 tersebut, untuk Penghargaan Kecelakaan Nihil (zero accident) berhasil diraih oleh Pelindo III Kantor Pusat Surabaya dan Kantor Pelindo III Regional Jawa Timur.

Selain itu, Pelindo III Kantor Pusat Surabaya juga menerima sertifikat emas untuk Penghargaan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Penghargaan yang sama (SMK3) juga diterima oleh lini usaha baru Pelindo III di bidang logistik minyak dan gas, PT Pelindo Energi Logistik.

Berikutnya, dua anak usaha Pelindo III, yaitu RS PHC Surabaya dan PT Terminal Teluk Lamong, yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, berhasil memenangi Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja.

Direktur SDM Pelindo III Toto Heliyanto, pada kesempatan terpisah di Surabaya, Rabu (24/4/19), mengatakan bahwa Pelindo III Group sebagai penyedia layanan operasional terminal bongkar muat di pelabuhan sangat memperhatikan aspek K3.

“K3 dilaksanakan dalam sistem manajemen agar optimal dan berkontribusi positif pada kelancaran bisnis. Selain itu pelaksanaan SMK3 di pelabuhan sejalan dengan standar keamanan maritim yang berlaku internasional, yakni ISPS Code atau aturan pengamanan pelayaran dan fasilitas pelabuhan internasional,” kata Toto Heliyanto dalam berita pers Pelindo III.

Lebih lanjut, Toto Heliyanto mengungkapkan, Pelindo III juga bersyukur karena PT Pelindo Energi Logistik berhasil meraih pernghargaan SMK3. Apresiasi tersebut bermakna lebih karena lini bisnis PE Logistik ialah di sektor logistik migas yang membutuhkan standar K3 tinggi.

“Penghargaan SMK3 untuk PE Logistik menjadi pengakuan bahwa Pelindo III sudah semakin siap mengembangkan ekspansi layanan terminal logistik migas. Layanan ini sangat dibutuhkan untuk mendorong ketahanan energi nasional,” pungkas Toto Heliyanto di Surabaya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengingatkan, bahwa K3 dilakukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta menjamin setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya.

“Pelaksanaan K3 menjamin setiap sumber produksi dapat dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien, dan menjamin bahwa proses produksi dapat berjalan lancar di perusahaan,” kata Hanif Dhakiri di Jakarta.

Sebagai informasi, dalam Penghargaan K3 2019 tersebut, penghargaan kecelakaan nihil (zero accident) diberikan kepada 1.052 perusahaan. Penghargaan SMK3 diberikan kepada 1.466 perusahaan.

Kemudian penghargaan program pencegahan HIV – AIDS di tempat kerja diberikan kepada 172 perusahaan, dan penghargaan pembina K3 terbaik diberikan kepada 17 Gubernur.

Comments are closed.