Akibat Gangguan Layanan Di JICT, GPEI Pertanyakan Kompensasi Sampai Ke Presiden

0
169

(maritimedia.com) – SURABAYA – DPP GPEI (Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia) meradang dan mempertanyakan adanya insentip bagi eksportir karena barang kirimannya menjadi terhambat akibat terhambatnya layanan di JICT hari ini, Senin (25/4/19).

Dimana, hari ini terjadi kemacetan panjang akibat dari terhambatnya layanan di JICT yang sedang down sistem operasinya.

Ketua Umum DPP GPEI, Khairul Mahali dalam siaran pers menyatakan kemacetan di Tanjung Priok menimbulkan kerugian besar kepada eksportir. Closing time dari pelayaran dengan waktu masuk ke pelabuhan yang tidak bisa diprediksi menimbulkan penundaan ekspor dan perobahan administrasi dokumentasi.

“Atas keadaan itu kami mempertanyakan insentif apa yg diberikan operator, karena keterlambatan pengiriman barang terjadi di pelabuhan yang bukan wewenang eksportir,“ kata Khairul Mahali dalam siaran pers.

Selain itu juga DPP GPEI berharap kepada pemerintah agar ekspor selama Ramadhan dan Idul Fitri tdk terkendala diseluruh Infonesia.

Selain kepada media siaran pers itu juga ditembuskan ke Presiden RI, Menko Perekonomian, Menko kemaritiman, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Perhubungan, Direksi Pelindo I, II, III, IV dan Direksi JICT.

Sebelumnya, terjadi kemacetan akibat antrean dari truk-truk di Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK KOJA. Hal ini dikarenakan sistem operasi layanan di terminal tersebut mengalami masalah atau down yang berlangsung di JICT stag sejak Rabu pukul 17.00 Wib.

Saat ini, tim IT yang menangani masalah di JICT saat ini sedang terus mencoba mengaktifkan back up server dan dari DRC (Disaster Recovery Center), meski ini memerlukan waktu. Diharapkan sistem segera pulih, layanan operasional di gate tetap berjalan dengan prosedur back-up oleh terminal.

Sedangkan, saat ini pihak teknisi dari Hongkong sudah datang dan masih melakukan perbaikan. Selain itu juga sudah diminta lakukan langkah antisipasi.

Comments are closed.