Tiga Perusahaan Pelayaran Swasta Resmi Melayani Tujuh Trayek Tol Laut

0
171

(maritimedia.com) – SURABAYA – Pemerintah telah menetapkan tiga perusahaan pelayaran swasta sebagai pemenang dalam lelang operator tujuh trayek angkutan Tol Laut tahun 2019.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Mentari Sejati Perkasa (Mentari Lines), PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (Temas Line), dan PT Pelangi Tunggal Ika.

“Ketiga perusahaan tersebut pemenang lelang yang telah ditetapkan pada tanggal 25 Maret 2019 dan selanjutnya ketujuh trayek tersebut akan segera beroperasi melayani masyarakat di berbagai daerah,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Wisnu Handoko di Jakarta.

Lebih lanjut, Capt. Wisnu mengatakan, Mentari Lines akan menjadi operator untuk empat trayek yaitu trayek H-2 dengan rute Tanjung Perak-Wanci-Namlea-Namrole-Tanjung Perak, lalu trayek H-3 yakni Tanjung Perak-Tenau-Saumlaki-Dobo-Tanjung Perak.

“Selanjutnya trayek T-9 dari Tanjung Perak-Oransbari-Waren-Teba-Ambon-Tanjung Perak dan trayek T-12 untuk rute Saumlaki-Larat-Teba-Moa-Kisar-Kalabahi-Saumlaki,” ucap Capt. Wisnu.

Sementara untuk Temas Line kata Capt. Wisnu akan menjadi operator trayek T-11 yakni Tanjung Perak-Fakfak-Kaimana-Timika-Agats-Boven Digoel-Tanjung Perak.

“Sedangkan PT. Pelangi Tunggal Ika akan menjadi operator 2 trayek, yaitu T-13 dengan rute Tenau-Rote-Sabu-Lamakera-Tenau dan trayek T-14, yakni Tenau-Lewoleba-Tabilota-Larantuka-Marapokot-Tenau,” jelas Capt. Wisnu.

Capt. Wisnu menambahkan, terdapat perbedaan bentuk subsidi yang diberikan pemerintah kepada operator tol laut.

“Jika pelayanan menggunakan kapal negara yang dibangun Pemerintah, maka subsidi yang diberikan berupa subsidi operasional kapal. Sedangkan jika menggunakan kapal milik operator, maka subsidi yang diberikan berupa subsidi sewa container,” pungkas Capt. Wisnu dilansir Humas Laut Kemenhub.

Sebagai informasi, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi program tol laut sebesar Rp.222 miliar untuk penyelenggaraan 18 trayek pada tahun 2019, meliputi 11 trayek dioperatori perusahaan BUMN dan 7 trayek dioperatori oleh perusahaan pelayaran swasta.

Sebelumnya, Kemenhub telah menugaskan 3 perusahaan BUMN untuk melayani 11 trayek tol laut, yaitu PT Pelni (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Djakarta Lloyd (Persero) yang saat ini sudah beroperasi seluruhnya.

Comments are closed.