Ekspansi Pelindo III Layani Terminal Industri Migas

0
144

(maritimedia.com) – SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III semakin serius memperbesar ekspansinya di bisnis layanan terminal pendukung industri minyak dan gas (migas).

Setelah mengoperasikan terminal LNG terapung di Pelabuhan Benoa Bali. Kini Pelindo III bersinergi dengan Perusahaan Gas Negara (PGN), untuk memulai pembangunan terminal LNG di Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam sinergi itu, Pelindo III dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar workshop “Integrated Logistic, Marine and Support Service Kegiatan Hulu Migas di wilayah PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)”.

Workshop yang bertempat di Hotel Sheraton Surabaya, (2/4/19) kemarin dipaparkan beberapa materi dari PT Pelindo III Group, antara lain President Director Pelindo Marine Service, Eko Hariyadi Budiyanto, Direksi PT PHC, President Director BJTI Port, serta Direksi Pelindo Daya Sejahtera.

“Infrastruktur pelabuhan sangat penting untuk disinergikan untuk melayani kebutuhan logistik energi nasional. Karena pelabuhan merupakan pintu masuk yang dapat berkontribusi untuk menekan cost recovery dari industri migas di Indonesia,” kata Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III, Toto Nugroho.

Lebih lanjut, Toto mengatakan, kerja sama pengembangan fasilitas pelabuhan untuk mendukung operasional di hulu industri migas potensinya sangat besar, karena banyak lahan konsesi Pelindo III yang berada di waterfront atau berbatasan langsung dengan laut.

“Pelindo III bahkan sudah menyiapkan lini usaha khusus, yaitu Pelindo Energi Logistik (PEL), yang akan fokus mengembangkan integrated services shorebase terminal atau terminal pelabuhan dengan sejumlah layanan yang siap mendukung logistik pelaku industri migas,” ucap Toto dalam berita pers Pelindo III.

Toto menambahkan, melalui konsep integrated services shorebase terminal tersebut, layanan PEL akan di-back up oleh lini usaha Pelindo III Group lainnya. Mulai dari layanan armada kapal offshore, transportasi truk, mooring-unmooring (penambatan), loading-unloading (bongkar muat), penyediaan alat berat, perawatan dan suku cadang peralatan.

“Termasuk penyediaan tenaga kerja professional operasional, pengamanan, kebersihan, dan transportasi. Bahkan hingga jasa klinik kesehatan dan catering untuk pekerja di lokasi khusus,” pungkas Toto Nugroho.

Sementara itu, Kepala Divisi Penunjang Operasi dan Keselamatan Migas, SKK Migas, Bagus Edvantoro, membenarkan bahwa penurunan cost recovery merupakan isu penting. Menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti kehandalan operasional, personel yang professional, kualitas layanan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3/HSSE).

“Kemudian juga faktor ketepatan waktu penyediaan jasa dan harga yang kompetitif. Integrasi faktor-faktor tadi dibutuhkan untuk mencapai penurunan cost recovery dalam industri migas,” kata Bagus Edvantoro.

Dengan adanya workshop ini diharapkan menjadi ajang yang bermanfaat dalam rangka untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan.

Workshop ditutup dengan kunjungan lapangan para peserta workshop ke fasilitas shorebase Pelindo III Group di gresik dan mirah serta fasilitas galangan kapal di Pelindo Marine Service.

Comments are closed.