Pemerintah Serahkan Peremajaan Kapal Tol Laut Untuk Masyarakat Kalimantan Selatan

0
156

KOTABARU – Pemerintah serahkan kapal KM Sabuk Nusantara (Sanus) 93 sebagai kapal peremajaan guna menunjang Tol Laut dalam melayani masyarakat kepulauan yang berada di Kotabaru-Batulicin Kalimantan Selatan yang sempat fakum sekitar dua bulan.

Kasi liner angkutan kapal dalam negeri Ditlala Dirjen Perhubungan Laut, Usman mengatakan, kapal yang kami serahkan pada hari ini merupakan kapal peremajaan dari kapal sebelumnya KM Sanus 55 yang lebih dulu dioperasikan operator PT Pelni.

“Kapal Sabuk Nusantara 93 adalah kapal pengganti KM Sanus 55 yang kita tarik kembali dari pelni dan diserahkan kepada operator swasta untuk dioprasikan di daerah Kupang Nusa Tenggara Timur,” ujar Usman yang didampingi Kepala KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin sesaat setelah serah terima kapal KM Sanus 93 kepada PT Pelni di Kotabaru, Ahad (10/2/2019).

Menurut Usman, kapal Sanus 93 ini lebih besar dari kapal pendahulunya dengan kapasitas 500 an penumpang diserahkan untuk melayani masyarakat Kotabaru-Batulin sesuai dengan permohonan yang dilakukan pemerintah daerah setempat kepada Perhubungan Laut.

“Dengan hadirnya kapal ini kebutuhan masyarakat agar bisa terlayani kembali,” katanya,” jelasnya.

Sedang, kapal KM Sanus 93 itu sendiri merupakan kapal pengadaan anggaran tahun 2018 yang telah rampung dibangun dari galang kapal di Pontianak.

“Harapannya, kapal agar dimanfaat untuk rakyat di wilayah kepulauan khususnya guna mendukung program Tol Laut,” ungkap Usman.

Sebelumnya, lanjut Usman, kita juga sudah menyerahkan beberapa kapal diantaranya untuk kebutuham masyarakat Jayapura, Biak, Padang.

“pada tahun ini juga teman saya juga ditugaskan untuk menyerahkan di daerah Ambon, Somlaki dan Kupang,” imbuhnya.

Senada, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin, Capt. M Hermawan, SSut. MM.MMar mengingatkan, dengan hadirnya kapal baru ini diharapkan pelni benar-benar bisa menjalankan sebagaimana mestinya, khususnya perhatian untuk tetap sama-sama menjaga kualitas pelayanan, arti sebuah keselamatan diatas kapal dan hilangkan ego sektoral.

“Jangan mentang-mentang plat merah waktunya dokumenya mati ntar tidak diurus,” katanya saat menghadiri penyerahan kapal KM Sanus 93 dari Perhubungan Laut ke PT Pelni.

Hermawan juga memuji, ketika melihat kondisi kapal sangat istimewa baik kualitasnya yang dilengkapi kamar eksekutif dan ekonominya itu menunjukkan keseriusan pemerintah yang meningkatkan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat kepulauan.

“Kementerian menjawab kebutuhan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang prima telah menghadirkan kapal yang bagus dengan kapasitas yang lebih besar daripada sebelumnya bahkan
kualitas sudah ok dan kapasitasnya pun ok,” akunya.

Tentu ini akan sangat membantu prigram Tol Laut penerintah senduri dan juga membantu penyebaran perekonomian.

“Masyarakat kepulauan kan juga ingin merasakan layanan kapal yang kebih sip tentunya,” ucap Hermawan.

Sementara itu, Kepala Cabang Kotabaru-Batulicin Purwadi menjelaskan, penerimaan kapal KM Sanus 93 ini merupakan kapal pengganti kapal sebelumnya KM Sanus 55 yang ditarik pemerintah dan di mobilisasi ke Kupang sangat ditunggu-tunggu masyarakat karena hampir dua bulan tidak ada pelayaran rute R12 yang dilakukan kapal tersebut. Namun dengan diterimanya kapal Sanus 93 pada hari ini tentunya akan menjadi obat kegundahan masyarakat khususnya Kotabaru dan Batulicin Kalimantan Selatan.

“Rute pelayaran yang ditempuh Kotabaru-Batulicin-Pulau Sembilan-Majeni Tanjung Cilopo Sulawesi Barat rutin seminggu sekali,”

Purwadi mengaku, target dengan kapal baru ini karena ini merupakan tugas yang diamanahkan pemerintah, kita akan melaksanakan sebaik mungkin mobilisasi penumpang yang ke pulau-pulau tersebut.

“Selama ini sanus 55 sudah sesuai yang diharapkan karena masyarakat terlayani. Kalau ada lonjakan itu hanya pada saat peaksesion aja pada libur lebaran dan itu teratasi,” jelas.

Kalau kapasitas penumpang kapal yang lama type nya untuk 350 penumpang sedang yang baru KM Sanus 93 itu typenya lebih besar bisa mengangkut 500 orang dan itu belum termasuk dispensasi

“Dengan harga tiket rute terjauh tidak sampai 20 ribu rupiah rutinitas dalam setiap pelayaran dari Kotabaru-Batulin rata-rata 150 sampai 200 penumpang tapi kalau peaksison bisa mencapai 400 an,” papar Purwadi.

“Kalau penumpang disini cenderung stabil saja dan puncaknya itu hanya pada saat liburan lebaran,” imbuhnya. (ruu)

Comments are closed.