Pelaksanaan VGM, 5 Operator Terminal Di Pelabuhan Tanjung Priok Terima Sertifikat Approval

1130
85386

(maritimedia.com) – JAKARTA – Lima operator terminal di Pelabuhan Tanjung Priok memperoleh sertifikat approval untuk melaksanakan penimbangan berat kotor peti kemas terverifikasi atau verified gross mass of container (VGM), yang mulai diberlakukan 1 Juli 2016.

Sertifikat approval tersebut dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan Kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok. Dan ditandatangani oleh Syahbandar Utama Tanjung Priok Capt. Sahattua P Simatupang dan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Bay M Hasani.

Adapun kelima operator terminal di Pelabuhan Tanjung Priok yaitu Jakarta International Container Terminal I (JICT I), JICT II, Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), Mustika Alam Lestari (MAL) dan Multi Terminal Indonesia (MTI).

Syahbandar Utama Tanjung Priok Capt. Sahattua P Simatupang menyebutkan pada 29 Juni 2016 sudah menerbitkan surat edaran (SE) bersama dengan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, yang berisi empat poin pedoman pelaksanaan VGM dan untuk selanjutnya disampaikan kepada semua pengguna jasa pelabuhan.

Empat point penegasan sebagai pedoman dalam surat edaran tersebut wajib dipatuhi seluruh pihak dalam rangka pelaksanaan VGM sebagaimana mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/4/DJPL-16 tentang Berat Kotor Peti Kemas Terverifikasi (VGM), beserta perubahannya yaitu Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/5/DJPL-16.

Pertama, setiap terminal yang melayani pemuatan peti kemas ekspor wajib menyiapkan fasilitas penimbangan untuk peti kemas ekspor isi.

Kedua, jika peti kemas yang sebelum masuk terminal telah dilengkapi dengan VGM dan pada saat dilakukan penimbangan di terminal terjadi perbedaan berat kotor peti kemas isi yang signifikan maka akan diterbitkan VGM baru oleh terminal atas persetujuan dari pengirim barang (shipper) untuk di deklarasikan kembali berdasarkan batas toleransi yang disepakati antara pengguna dan penyedia jasa pada masing-masing terminal atau fasilitas penimbangan.

Ketiga, untuk akurasi berat kotor peti kemas terverifikasi, disampaikan juga setiap kendaraan pengangkut peti kemas/trailler/chasis tidak diizinkan untuk mengangkut dua petikemas secara bersamaan dengan menggunakan satu kendaraan bermotor pengangkut atau trailler kombo sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keempat, terminal tidak diperkenankan memberikan pelayanan terhadap pengangkutan peti kemas kombo tersebut, dan agar petugas terkait melakukan pengawasan di lapangan secara sungguh-sungguh untuk implementasi aturan VGM tersebut.

Comments are closed.