Serius Benahi Kegiatan Ekspor Impor, Pemerintah Bakal Hadirkan INSW Generasi Dua

78
1610

(maritimedia.com) – SURABAYA – Pemerintah bakal menghadirkan Indonesia National Single Window Generasi Dua (INSW Gen-2) atau Pelayanan Satu Atap Generasi Dua. Hal ini sebagai bukti keseriusan Pemerintah dalam membenahi kegiatan ekspor impor.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan INSW generasi kedua akan dilengkapi sejumlah fitur baru seperti Single Submission, Single Risk Management dan Management Dashboard serta INSW Mobile Apps.

Selain itu, pengembangan INSW Gen-2 untuk meningkatkan dan memperluas cakupan layanan sistem INSW, sehingga memudahkan pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan ekspor impor.

Sistem INSW saat ini baru pada pemenuhan kebutuhan otomasi untuk mengintegrasikan proses layanan kepabeanan dengan perizinan yang harus dipenuhi.

Sedangkan INSW Gen-2 akan mengintegrasikan proses bisnis antar-Kementerian/Lembaga, mulai pengurusan perizinan hingga realisasinya (flow of document) serta pengelolaan pergerakan barang (flow of goods).

Pada pelaksanaannya, pelaku usaha cukup membuka sistem INSW untuk semua pengurusan proses ekspor dan impor.

INSW Gen-2 akan menyediakan data ekspor impor secara real time, sehingga dapat membantu proses pengambilan keputusan maupun untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan Pemerintah.

Darmin Nasution selaku Ketua Dewan Pengarah INSW juga menyebutkan diperlukan komitmen Kementerian/Lembaga dalam mendukung penyederhanaan perizinan dan perluasan penerapan sistem elektronik dalam kegiatan ekspor dan impor melalui sistem INSW.

Komitmen ini dibutuhkan karena nantinya penerapan INSW Gen-2 akan menghapus form-form pengajuan perizinan yang selama ini ada di Kementerian atau Lembaga. Sehingga INSW secara otomatis akan mengganti berbagai form itu dengan superset dokumen.

Seperti diketahui, INSW merupakan sistem elektronik yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan kegiatan ekspor dan impor. Pelaksanaannya melalui pengintegrasian perizinan di antara 15 Kementerian/Lembaga atau 18 unit pengelola Perizinan.

Comments are closed.