Hedging BUMN, Tiga Bank dan Delapan BUMN Tandatangani FX Line

2
402

(maritimedia.com) – SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III termasuk satu dari delapan korporasi BUMN yang menyepakati fasilitas lindung nilai atau FX Line.

Penandatanganan kerja sama yang dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian program hedging BUMN yang telah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu.

Selain itu juga penandatanganan FX Line yang dilakukan di Jakarta, Rabu (25/5) ini sebagai antisipasi tantangan bisnis global.

Kali ini, dilakukan penandatanganan FX Line senilai total 1,92 miliar dollar AS, yaitu dengan Bank BRI sebesar 750 juta dollar AS, Bank BNI sebesar 619 juta dollar AS, dan Bank Mandiri sebesar 555 juta dollar AS.

Sedangkan delapan korporasi BUMN yang berpartisipasi adalah Pupuk Indonesia, Perusahaan Gas Negara, Badan Urusan Logistik, Pelindo II, Pelindo III, Perum Peruri, Aneka Tambang dan Semen Baturaja.

Penandatanganan fasilitas hedging ini diharapkan dapat memicu pelaksanaan transaksi lindung nilai oleh korporasi lainnya, baik itu di lingkungan korporasi BUMN maupun korporasi swasta secara umum. Peran perbankan pun diharapkan semakin meningkat dalam mendorong pendalaman pasar derivatif.

Sementara itu, Direktur Keuangan Pelindo III Saefudin Noer mengatakan bahwa perjanjian hari ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan risiko keuangan Pelindo III, karena ada kebutuhan dan kewajiban dalam mata uang internasional.

“Kami akan menjaga keseimbangan antara pembiayaan dari perbankan maupun debt capital market instrument, seperti sukuk maupun obligasi konvensional,” ujar Saefuddin.‎

‎Terkait arahan Menteri BUMN untuk memperluas sumber-sumber pembiayaan, Pelindo III sudah memiliki global bond, ECA, dan sedang menjajaki sindikasi pembiayaan dengan bank BUMN. Selain itu juga obligasi untuk memenuhi kebutuhancapex maupun opex hingga tahun 2019.

Comments are closed.