Syahbandar Priok Siap Jalankan Verifikasi Berat Kotor Kontainer Ekspor

323
10669

(maritimedia.com) – JAKARTA – Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok Sahattua P. Simatupang menyebutkan semua Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok siap menerapkan verifikasi berat kotor kontainer ekspor atau Verified Gross Mass (VGM) per 1 Juli 2016.

Sahattua juga menuturkan jajarannya sudah menerima surat edaran terkait ketentuan VGM ini sehingga survei dan simulasi prosedur pelaksanaan penimbangan telah dilakukan bersama Ditkapel Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

“Secara teknikal mereka bisa, nanti secara prosdural nanti mereka harus membuktikan. Prosedurnya harus diberikan kepada kita. Kemudian kita uji dan kami approve,” ujar Sahattua.

Selain itu, Syahbandar mewajibkan operator terminal untuk memiliki sertifikat kalibrasi dari badan metrologi bagi alat timbang. Karena itulah, bagi perusahaan freight forwarder, dipersilahkan untuk mengajukan diri guna mendapatkan pernyataan resmi bahwa perusahaan dapat melakukan penimbangan untuk VGM.

Untuk melakukan VGM, terdapat dua metode yang dapat dijalankan oleh pemilik barang (shipper). Metode pertama, pengirim barang atau shipper yang tidak punya timbangan dapat menggunakan jasa pihak ketiga untuk melakukan penimbangan selama pihak tersebut telah memiliki sertifikat kalibrasi dan dinyatakan mampu menjalankan VGM.

Selain itu, pemilik barang dapat meminta terminal peti kemas untuk melakukan penimbangan guna mengeluarkan VGM. Namun sesuai dengan ketentuan SOLAS, pemilik barang akan bertanggungjawab atas deklarasi VGM tersebut.

Metode kedua, pemilik barang yang memiliki timbangan yang bersertifikat harus melakukan penimbangan dengan perhitungan berat barang ditambah berat kosong kontainer. Setelahnya, pemilik barang dapat mengeluarkan dokumen kapal berisikan berat kotor kontainer yang kemudian diserahkan kepada terminal.

Surat edaran atas aturan baru ini wajib diikuti oleh seluruh industri terkait kontainer ekspor. Jika ditemukan kontainer yang dokumennya tidak menyertakan berat kotor kontainer, maka nakhoda wajib menolak kontainer tersebut.

Sebagaimana diketahui International Maritime Organization (IMO) telah mengamandemen Safety of Life at Sea (SOLAS) Convention (Chapter VI, part A, regulation 2) tentang Verified Gross Mass (VGM). Kewajiban VGM atau verifikasi berat kotor container ekspor ini diberlakukan mulai 1 juli 2016.

Comments are closed.