Terminal Teluk Lamong Siapkan Angkutan Barang Berbasis Kereta Api

259
7048

(maritimedia.com) – SURABAYA -Terminal Teluk Lamong (TTL) berencana menyediakan layanan angkutan logistik berbasis kereta api, hal ini untuk meningkatkan kecepatan serta ketepatan pelayanan di terminal peti kemas milik Pelindo III yang dibangun sebagai pengembangan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Kereta Api Logistik (KALOG), dan beberapa pelabuhan besar di Indonesia, TTL diharapkan menjadi pusat penghubung transportasi logistik dan pintu gerbang perkonomian Jawa Timur serta Kawasan Timur Indonesia.

Selama ini pengangkutan peti kemas dengan menggunakan kereta api di Indonesia dinilai masih kurang penggunaannya. Hal ini karena pengguna jasa lebih memilih truk untuk pendistribusian barang sehingga menyebabkan kepadatan pada jalur Pantura yang merupakan jalan penghubung menuju Jakarta.

Kepadatan arus kendaraan pada jalur Pantura menjadi peluang besar bagi kerjasama TTL dan KAI untuk melakukan proses distribusi barang melalui jalur kereta api. Kecepatan waktu tempuh merupakan salah satu keuntungan menggunakan jalur kereta api.

Apabila menggunakan truk dari Jakarta ke Surabaya, waktu yang dibutuhkan mencapai 48 jam per boks peti kemas. Jika menggunakan kereta api, hanya membutuhkan waktu kurang dari 18 jam serta dapat menampung hingga 60 boks peti kemas dalam satu rangkaian sekali jalan.

Layanan angkutan kereta api yang akan dibuka oleh TTL ditujukan pada jalur double track dengan potensi perjalanan 15 trip per hari dan berkapasitas peti kemas lebih dari 500 TEUs (twenty foot equivalent units).

Proses pendistribusian barang melalui pelabuhan dengan koneksi jalur kereta api diharapkan dapat mendorong percepatan arus logistik di Indonesia serta mengurangi volume kepadatan jalan raya, dan juga guna mengurangi biaya logistik nasional sehingga berdampak positif untuk mendongkrak perekonomian bangsa.

Comments are closed.