Direct Call Perdana Pelabuhan Papua, Ekspor Langsung Ke China

291
9420

(maritimedia.com) – SURABAYA – Pelayaran langsung (direct call) dari Papua menuju ke negara tujuan ekspor China secara perdana dilepas oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Dirut Pelindo IV Doso Agung, dengan memberangkatkan 40 kontainer komoditi kayu olahan, Sabtu (9/4).

Pelaksanaan direct call ke negara tujuan China di Pelabuhan Jayapura ini dapat dilakukan setelah Pemda Papua menggandeng Pelindo IV yang telah merintis pengapalan ekspor langsung ke negara Cina pada awal 2016 melalui pelabuhan Makasar dilanjutkan ke Papua Barat dan Papua.

Dalam MOU antara Pemda Papua dengan Pelindo IV juga tertuang rencana peningkatan kerjasama di bidang ekspor impor dan pengembangan kepelabuhanan di wilayah Papua. Saat ini, jumlah komoditas ekspor langsung dari Papua masih berkisar rata-rata 40 kontainer per minggu.

Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung menyampaikan melalui ekspor dan impor langsung dari dan ke Papua akan mampu meningkatkan indeks perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Papua.

Doso juga mengajak Pemda Papua untuk berinvestasi mengembangkan pelabuhan Jayapura sebagai pelabuhan internasional sehingga nantinya Pemda Papua dapat melakukan konversi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula bersumber dari pertambangan dan kehutanan menjadi usaha di bidang jasa atau services kepelabuhanan.

“Kalau usaha pertambangan dan kehutanan kan ada batas masanya, tapi kalau usaha jasa/services di bidang Kepelabuhanan akan menghasilkan manfaat selamanya. Selain dapat melancarkan perdagangan dan ekonomi di Papua”, ujar Doso dalam siaran pers.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan ekspor perdana dari Papua merupakan langkah awal menuju visi kemandirian Papua dan mewujudkan kesejahteraan pengusaha dan masyarakat Papua.

“Ini karya nyata yang dilakukan Pemda Papua dan Pelindo IV, riil dan konkrit, tidak hanya teori atau wacana, dan langsung bisa dinikmati dan keliatan hasilnya untuk kemudahan pengusaha dan kesejahteraan masyarakat papua,” ujar Lukas.

Sebelumnya hasil kayu olahan asli Papu jika akan dikirim ke luar negeri harus melalui antar pulau dulu seperti ke Surabaya atau Jakarta sehingga status ekspornya adalah di Surabaya atau Jakarta, di samping double handling turun naik pindah kapal sehingga biayanya tinggi.

Dengan direct call, pengusaha Papua mendapatkan penghematan waktu pengiriman 10 hari dan hemat biaya hampir US$300 sampai US$600 per kontainer.

Comments are closed.