Wapres Minta Pelindo IV Buka Pelayaran Langsung Dari Luar Negeri Ke Papua

68
1923

(maritimedia.com) – JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) diminta membuka rute pelayaran langsung atau direct call dari luar negeri menuju wilayah Papua oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.


Wapres meminta Dirut Pelindo IV Doso Agung agar bisa membuka direct call tersebut, usai menyaksikan penandatangan nota kesepahaman pengembangan kawasan pelabuhan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terpadu di Provinsi Maluku, Rabu Malam (16/3).

 


Dengan adanya direct call, menurut Wapres, akan menghemat biaya hingga 50 persen. Sebab selama ini pengiriman barang dari dan ke Papua harus singgah dahulu ke Makassar maupun Surabaya serta Jakarta dan beberapa kali pindah kapal atau double handling.


Selain itu, dengan direct call diharapkan dapat meningkatkan interkonektivitas pelabuhan yang terdapat di Indonesia Timur dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan kawasan Timur dan sekitarnya.


Menanggapi keinginan Wapres itu, Doso Agung siap melaksanakannya, dan berjanji sanggup dalam waktu satu bulan mendatangkan kapal dari luar negeri langsung ke Papua.


“Namun kami meminta dukungan dari pemerintah pusat agar para pengusaha atau industri yang ada di kawasan Timur Indonesia memanfaatkan pelayaran langsung tersebut,” ujar Doso melalui siaran pers, Kamis (17/3).


Penandatanganan MoU dilakukam antara Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung dan Gubernur Maluku Said Assagaf disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Perindustrian.


Adapun MoU antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV dan pemerintah Provinsi Maluku guna menjalin kerjasama dengan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan kawasan pelabuhan dan kawasan ekonomi khusus (KEK) terpadu di Provinsi Maluku. Nantinya pemerintah Belanda akan bertindak sebagai pelaksana studi dan membiayai sepenuhnya untuk wilayah Batugong dan Waai Tulehu.


Pengembangan kawasan pelabuhan dan KEK terpadu ini terdiri atas fasilitas kepelabuhanan serta kawasan industri yang akan menjadi pusat pengolahan hasil sumber daya perikanan dan agroindustri.

Comments are closed.