Mulai 1 Maret 2016, Inspeksi Peti Kemas Karantina di TPK Koja Tanjung Priok Akan Dikenakan Tarif

64
1716

(maritimedia.com) – JAKARTA – Terminal Peti Kemas (TPK) Koja di Pelabuhan Tanjung Priok selama satu tahun ini melayani bongkar muat peti kemas impor yang wajib inspeksi karantina tanpa dipungut biaya apapun di lapangan penumpukan TPK Koja sejak 1 Maret 2015 hingga saat ini karena bersifat uji coba/pilotting.


Karena itulah, terhitung 1 Maret 2016, manajemen TPK Koja berencana memberlakukan tarif penanganan peti kemas impor yang wajib dilakukan pemeriksaan fisik barang oleh instansi karantina sebelum respons kepabeanan.


“Sudah satu tahun layanan itu gratis di TPK Koja dan rencananya mulai awal bulan depan akan diberlakukan tarif pelayanan peti kemas wajib periksa karantina itu,” kata General Manager TPK Koja Agus Hendryanto.


Agus Hendryanto juga mengatakan, rencana pemberlakuan tarif itu sudah melalui kajian dan kordinasi para pemangku kepentingan terkait termasuk sosialisasi dengan kalangan pengguna jasa di pelabuhan Tanjung Priok.


Adapun tarif yang diusulkan terhadap layanan inspeksi peti kemas wajib periksa karantina di TPK Koja itu sama dengan biaya penanganan peti kemas impor yang terkena kategori jalur merah yang mengantongi surat pemeriksaan jalur merah (SPJM) dari Bea dan Cukai yakni sebesar Rp1.015.000 per peti kemas ukuran 20 feet dan Rp1.290.000 per peti kemas 40 feet.


Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Amran Sulaiman No:12/Permentan/OT.140/3/2015 tanggal 25 Maret 2015, kegiatan inspeksi peti kemas karantina di lapangan TPK Koja bertujuan untuk memberikan kepastian pelayanan tindakan karantina di pelabuhan guna mengawasi masuknya media pembawa penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).


Dalam beleid itu dijelaskan fasilitas tempat pemeriksaan karantina yang berada di dalam tempat penimbunan sementara (TPS) yang mempunyai fasilitas dermaga paling kurang harus memiliki area penumpukan peti kemas media pembawa, plugging (untuk peti kemas berpendingin), ruang administrasi dan kelengkapannya, fasilitas sistem teknologi informasi dan fasilitas pemeriksaan fisik media pembawa.


Sedangkan bagi TPS yang tidak mempunyai fasilitas dermaga selain harus memiliki sarana tersebut, juga mesti memiliki ruang laboratorium, longroom dan coolroom, area perlakuan, dan area penahanan.

Comments are closed.