Mudahkan Pengawasan Penumpukan Petikemas LCL, Bea Cukai Tanjung Priok Siapkan Fasilitas CFS

0
520

(maritimedia.com) – JAKARTA – Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, menyiapkan pusat konsolidasi barang ekspor impor secara terpadu atau fasilitas kontainer freight station centre (CFS).


Hal ini untuk memudahkan pengawasan kontainer berstatus less than container load (LCL) di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Pelabuhan Tanjung Priok. Kontainer berstatus LCL yaitu petikemas berisi barang yang penerimanya (consignee) lebih dari satu orang.


Kepala KPU Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Fajar Doni mengatakan, program penyiapan fasilitas CFS Centre merupakan bagian dari rencana KPU bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dalam melakukan penataan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang saat ini tersebar di beberapa lokasi di areal pabean pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan Internasional.



“Dalam melakukan penataan TPS itu perlu dukungan dari operator terminal peti kemas di Priok atau Pelindo II, pengusaha TPS dan pihak-pihak lain yang terkait”, ucap Fajar.


Fajar menyebutkan idealnya untuk penimbunan kontainer berstatus LCL dibangun fasilitas CFS yang dilengkapi CCTV sehingga memudahkan pegawasan bagi petugas Bea dan Cukai. Tempat penimbunan petikemas LCL saat ini berada di bebeapa lokasi lini II Pelabuhan Tanjung Priok. ”Jumlahnya tidak banyak sekitar 2.500 TEUs /bulan sebaiknya ditimbun di satu tempat saja (CFS)”, sebut Fajar.


Dengan adanya CFS Centre diharapkan pengawasan akan menjadi lebih mudah dan SDM dapat disatukan disatu tempat sehingga akan meningkatkan kecepatan layanan.

Comments are closed.