Aktivitas Kargo Batu Bara Pelabuhan Cirebon Ditutup Total

0
572

(maritimedia.com) – CIREBON – Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, Kamis (7/1) menginstruksikan aktivitas kargo batu bara di Pelabuhan Cirebon ditutup total.


Hal ini setelah dikeluarkan surat edaran (SE) No. UM.003/14/KSOP-CBN-16 tentang Pemberhentian Sementara Bongkar Muat (kargo) Batu Bara di Pelabuhan Cirebon terhitung mulai 7 Januari 2016 pukul 18.00 WIB.


Dengan ditutupnya aktivitas bongkar muat batu bara di pelabuhan Cirebon tersebut,  PT Pelindo II Cabang Pelabuhan Cirebon terancam kehilangan 70% pendapatannya.


Assistant GM Pengendalian Kinerja dan PFSO Pelindo II Cabang Cirebon Iman Wahyu menyebutkan selama ini berbagai komoditi yang menggunakan jasa Pelabuhan Cirebon terdiri dari batu bara, gypsum, terigu, minyak goreng dan lain-lain, akan tetapi yang paling besar adalah batu bara.


“Dengan penutupan total kargo batu bara artinya bakal memangkas 70% pendapatan Pelabuhan Cirebon dengan total tongkang setiap bulannya sekitar 50-60 tongkang”, jelas Iman Wahyu.


Sebelumnya, surat edaran dari Dirjen Perhubungan Laut hanya mengeluarkan rekomendasi untuk penutupan beberapa dermaga dan hanya Dermaga Muarajati 1 yang bisa digunakan untuk kargo batu bara. Kemudian, terbit SE berikutnya dari KSOP Kelas II Cirebon yang menginstruksikan penutupan total walaupun sifatnya hanya sementara.


Penghentian aktivitas bongkar muat (kargo) batu bara di Pelabuhan Cirebon diharapkan memberikan ruang diskusi bagi pihak terkait untuk membicarakan dampak debu batu bara yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat Kota Cirebon yang tinggal di sekitar pelabuhan.

Comments are closed.