Tahun 2015, Arus Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak Tumbuh Tipis

0
397

(maritimedia.com) – SURABAYA – Sepanjang tahun 2015, pertumbuhan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, bergerak merangkak dibandingkan dengan realisasi tahun 2014.


Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Edi Priyanto mengatakan pada tahun 2015 arus peti kemas hanya tumbuh 0,5% secara year on year. Artinya pada 2015 volumenya 3,12 juta twenty-foot equivalent units (TEUs), sedangkan tahun 2014 volumenya 3,10 juta TEUs.


“Arus peti kemas pada tahun lalu setara dengan 2,61 juta boks sedangkan pada 2014 setara 2,60 juta boks,” ujar Edi dalam siaran pers, Rabu  (6/1).


Edi menjelaskan problem ekonomi luar negeri yakni kelesuan pertumbuhan ekonomi di Eropa, Amerika Utara, dan Afrika memperlambat volume permintaan sehingga menyebabkan terjadi pertumbuhan tipis.


“Kondisi tersebut menyebabkan pengangkutan peti kemas permintaannya menurun, tidak hanya di negara-negara ini tetapi secara umum”, jelas Edi.


Lebih lanjut Edi menjelaskan kinerja yang bertumbuh meskipun merangkak tetap menunjukkan pengangkutan peti kemas domestik relatif baik di Pelabuhan Tanjung Perak.


Sejauh ini jumlah peti kemas via Pelabuhan Tanjung Perak tetap didominasi peti kemas antarpulau atau peti kemas domestik, mencapai hingga 59% volume yang ada dikomparasikan dengan peti kemas internasional.


“Peningkatan arus peti kemas domestik salah satunya disebabkan adanya peningkatan jumlah rute pelayaran peti kemas domestik. Ini terkait dengan pembukaan rute pelayaran ke wilayah timur,” sebut Edi.


Sebelumnya, Pelindo III membuka rute baru pada November 2015 dengan penerapan sistem windows yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Makassar.


Sistem tersebut memungkinkan kapal yang hendak masuk ke dua pelabuhan tersebut sudah punya jadwal pasti untuk bertambat dan bongkar muat. Untuk saat ini baru ada kapal rute Surabaya-Makasar dan Makasar-Surabaya.


Pelindo III rencananya akan menambah rute baru sistem windows yang terkoneksi dengan Pelabuhan Belawan yang dikelola Pelindo I, Pelabuhan Bitung yang dikelola Pelindo IV, dan Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola Pelindo II.

Comments are closed.