Tak Hanya Kapal Pesiar, Pelabuhan Benoa juga Layani Peti Kemas Internasional

0
382

(maritimedia.com) – BENOA – Pelabuhan Benoa, Bali, yang dikelolah oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III selain melayani kapal pesiar, direncanakan tahun 2016 ini akan membuka layanan petikemas internasional.


Untuk pelayanan kapal pesiar, tahun 2016 ini Pelindo III memperpanjang dermaga pelabuhan Benoa guna memfasilitasi kapal pesiar besar agar dapat sandar di dermaga kapal pesiar.


General Manager Pelabuhan Benoa, Ali Sodikin, menjelaskan dermaga pelabuhan Benoa yang saat ini panjangnya hanya 290 meter, ditambah panjangnya 50 meter lagi.


“Saat ini sedang berjalan pengerjaan perpanjangan 50 meter dermaga timur untuk kapal pesiar, jika sesuai dengan rencana pada pertengahan tahun dermaga tersebut sudah selesai sehingga kapal yang panjangnya lebih dari 300 meter dapat sandar,” jelas Ali Sodikin.


Berdasarkan data Pelindo III, dari 58 kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Benoa sepanjang 2015, sebanyak 22 unit sandar di Pelabuhan Benoa sedangkan 36 unit harus berlabuh di alur perairan Pelabuhan Benoa.


Hal ini dikarenakan dermaga kapal pesiar belum dapat untuk memfasilitasi kapal yang panjangnya lebih dari 280 meter karena panjang dermaga sementara ini hanya 290 meter.


Layanan Peti Kemas Internasional

Selain sedang mempersiapkan pekerjaan perpanjangan dermaga kapal pesiar, saat ini Pelindo III juga tengah mempersiapkan layanan peti kemas jalur internasional yang rencananya dapat beroperasi pada pertengahan Januari 2016 ini.


Manager Operasional dan Komersial Pelabuhan Benoa, Purwanto Wahyu Widodo, menejelaskan, Pelindo III hingga saat ini masih melayani kegiatan peti kemas jalur domestik yang regular keluar dan masuk pelabuhan setiap minggu, namun pada awal tahun 2016 rencananya akan mulai dibuka jalur internasional langsung ke Singapura dan Malaysia.


“Besar harapan kami dengan dibukanya jalur internasional melalui Pelabuhan Benoa, akan berdampak positif pada pelaku ekonomi sehingga dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Bali. Karena secara otomatis akan memangkas biaya impor-ekspor dibandingkan bila melalui jalur darat dan dilanjutkan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” ujar Purwanto.

Comments are closed.