Rizal Ramli: Harus Diberlakukan Denda Tinggi Kontainer Lebih 3 Hari Di Pelabuhan Tanjung Priok

0
461

(maritimedia.com) – JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli  menyebutkan murahnya tarif denda kontainer menginap yang diberlakukan oleh PT Pelindo II (persero) menyebabkan banyaknya penimbunan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.


“Jadi cukup banyak importir yang sudah simpan saja di situ, enggak usah diangkut keluar. Karena biaya penyimpanan kontainer di luar itu jauh lebih mahal,” kata Rizal Ramli, Selasa (22/12).

 


Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan peraturan, bahwa penimbunan kontainer paling lama hanya tiga hari setelah pemeriksaan. Selama tiga hari tidak dikenakan biaya alias gratis, setelah itu harus dikenakan denda.


Namun menurut Rizal Ramli saat ini denda kontainer yang menginap tergolong sangat murah sekali, Pelindo III hanya mengenakan denda Rp28.500 per hari. Rizal Ramli menginginkan agar denda tersebut mencapai Rp5 juta per hari agar kontainer tersebut pada kabur dan akan memangkas proses dwelling time selama satu hari.


“Nah mohon maaf, selama ini Pelindo II menolak memberikan denda. Kami dendanya memang tinggi, mintanya Rp5 juta. Sehingga kontainer-kontainer kabur deh keluar secepatnya terbang. Dwelling time bisa turun. Tapi manajemen Pelindo II menolak,” tegas Rizal Ramli.


Karena Pelindo II dinilai menolak pengenaan denda tinggi. Rizal Ramli menyebutkan Presiden Jokowi telah meminta agar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang mematok tarif denda untuk kontainer yang ditimbun lama di pelabuhan Tanjung Priok.


“Presiden Jokowi langsung mengambil keputusan soal pengenaan denda yang tinggi atas kontainer yang menginap terlalu lama di pelabuhan Tanjung Priok”, sebut Rizal Ramli.


Untuk itu, dalam rapat kabinet telah diputuskan agar sistem denda atas kontainer tersebut diterapkan. Menteri BUMN Rini Soemarno pun diminta untuk menentukan besaran tarifnya, dengan harapan jika permintaan tersebut datang dari Menteri BUMN maka Pelindo II akan menurutinya.


“Berapa persisnya, Menteri BUMN yang menentukan. Tapi prinsipnya dendanya harus tinggi, agar kontainer ini bisa keluar secepat mungkin. Kalau kita laksanakan sistem denda ini, dwelling time akan berkurang satu hari lagi,” jelas Rizal Ramli.

Comments are closed.