Semester I/2015, Pengapalan Maersk Line Indonesia Melalui Pelabuhan Belawan Menurun

218
5463

(maritimedia.com) – MEDAN – Maersk Line Indonesia perusahaan pelayaran peti kemas asal Denmark, sepanjang semester I/2015 terjadi penurunan pengapalan melalui Pelabuhan Belawan. Dua komoditas ekspor utama Sumut yakni CPO dan karet yang terus merosot sejak awal tahun dituding sebagai penyebab penurunan tersebut.


Muhammad Sofyan, General Manager Trade and Marketing Maersk Line Indonesia mengatakan, volume ekspor pada paruh pertama tahun ini menurun sekitar 1%-2% dari periode yang sama pada tahun lalu. Namun secara keseluruhan kinerja masih stabil karena ada peningkatan volume impor 6%-7%.


“Tapi, walaupun memang ada penurunan dari ekspor, keseluruhan kinerja kami masih cukup stabil karena ada peningkatan volume impor 6%-7%. Ekspor CPO dan karet dari Sumut memang terus menurun. Kami melihat, negara-negara di Afrika Barat yang biasanya butuh CPO mulai mengurangi permintaannya,” ujar Sofyan, Jumat (11/9).


Sofyan menjelaskan, Maersk Line Indonesia beroperasi di Belawan satu kali dalam sepekan dengan rerata ekspor 450-500 TEUS. Adapun, dari Belawan, untuk impor ke Sumut paling banyak yakni pupuk, dan hasil industri kimia.


Sofyan juga menjelaskan, Pelabuhan Belawan memegang kontribusi cukup besar terhadap pendapatan bagi Maersk Line Indonesia dan menempati posisi keempat dari 15 lokasi bisnisnya dari seluruh pelabuhan di Indonesia.


“Tentu ini menjadi perhatian bagi kami. Kontribusi Belawan berada di posisi keempat dari 15 lokasi bisnis kami di Indonesia. Kami juga menilai nantinya dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei, Sumut akan menjadi pasar logistik yang besar. Saat ini, Selat Malaka masih menjadi major route,” tambahnya.


Sofyan optimistis perlambatan pada semester I/2015 ini akan berubah pada semester II/2015. Pasalnya, terjadi peningkatan investasi asing yang diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumut.

Comments are closed.