IMO Akan Perkenalkan Zona Emisi di Dunia, Indonesia Harus Mulai Gunakan Gas

0
609

(maritimedia.com) – JAKARTA – Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Harry Boediarto Soewarto mengatakan International Maritime Organitation atau IMO akan memperkenalkan zona pengawasan emisi di dunia mulai tahun depan sampai dengan 2020.


Di mana akan fokus terhadap pemanfaatan bahan bekas  angkutan laut sebesar 70 % untuk kapal kontener dan fokus terhadap masalah  BBM yg merupakan solar (MFO) mengandung residu minyak yg ada 2.700 kali sulfur yg beracun dibandingkan BBM untuk kendaraan.


“Pengawas dari group Transport & Environment mengatakan bahwa polusi udara dari kapal menyebabkan kematian 50.000 kasus di Eropa setiap tahun,“tuturnya Jumat (10/10/2014). Diharapkan dengan menggunakan BBG yang tidak mengandung bahan C02 dapat mengurangi emisi sampai dengan 26% di tahun 2020.


Harry juga mengatakan industri pelayaran internasional mulai mengalihkan konsumsi bahan bakar minyak jenis solar ke bahan bakar gas. “Kini saatnya industri pelayaran Indonesia mulai mengkonversi solar ke gas” tuturnya.


Menurutnya, selain harga bbm jenis solar yang terus naik dan dampak polusi udara dari penggunaan bbm kapal, pengalihan konsumsi bahan bakar minyak jenis solar ke bahan bakar gas akan mengurangi biaya operasional perusahaan pelayaran yang saat ini tergolong tinggi.

Comments are closed.