2.170 Kapal Di Perairan Indonesia Belum Bersertifikat

0
181

(maritimedia.com) – SURABAYA – Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) mencatat 2.170 unit kapal di perairan Indonesia belum melakukan sertifikasi, padahal sertifikasi tersebut sangat berkaitan dengan keselamatan banyak pihak baik penumpang, barang, awak, maupun perusahaan.


“Dari jumlah itu, sebanyak 2.000 unit kapal niaga dan 170 kapal penumpang,” kata Kepala Divisi Manajemen PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Agus Widjaja (17/3/2014).

Kapal yang belum bersertifikat dan beroperasi di Tanah Air bukan wewenang BKI untuk menindak. Menurut Agus permasalahan penindakan menjadi domain Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub).


Di Indonesia ada sekitar 21.000 unit kapal yang beroperasi, 18.309 unit kapal yang teregistrasi di BKI dan yang aktif sekitar 10.647 unit kapal. Berdasarkan data BKI masih banyak kapal yang belum mengantongi sertifikat kelaikan. Sebagai contoh, ketika jumlah sekitar 21.000 unit kapal yang beroperasi maka masih ada sekitar 2.600 unit kapal yang tidak terdaftar.


Menurut Agus, masih banyaknya kapal yang belum bersertifikasi sudah seharusnya dikembalikan kepada pengusaha pelayaran. Hal tersebut tergantung pada goodwill masing-masing pengusaha. Apabila mereka peduli dengan keselamatan maka sudah menjadi keharusan bagi pengusaha untuk mendaftarkan sertifikasi setiap armadanya.


Agus menambahkan, dari 10.647 kapal aktif ada sebanyak 725 kapal di antaranya terkategori ocean going. Jumlah itu sudah mengantongi standart dari International Maritim Organization/IMO. Akan tetapi dari total kapal yang beroperasi di Indonesia ada sekitar 7.662 kapal yang dinyatakan pasif. “Status pasif itu bisa karena tenggelam atau berlayarnya masih dalam hitungan jari. Bisa juga berhenti sama sekali,” katanya

Comments are closed.