Bangun Pelabuhan Terbesar, JICT Dapat Pinjaman US$ 79 Juta

0
90

Jakarta – PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menerima pinjaman dana sebesar US$ 70 juta dari IFC. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan terminal kontainer JICT senilai US$ 160 juta yang akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia.

Pinjaman dari IFC ini terdiri dari dana sebesar US$ 30 juta dari lembaga itu sendiri dengan skema pembayaran 7 tahun dan pinjaman sindikasi dari HSBC hingga US$ 40 juta dengan skema pembayaran 5 tahun.

Pinjaman ini akan mendukung JICT dan rencana pengembangan 1 juta TEU melalui investasi 4 Quay Cranes tambahan, 18 Rubber Tyred Gantry Cranes (RTGS), 30 Head Trucks dan Chassis serta pembangunan 12 hektar area penumpukan dengan jalan-jalan penghubungnya, area parkir, dan fasilitas administrasi.

Hari ini akan dilakukan penandatangan pinjaman tersebut yang akan disaksikan Group Executive Director HPH James Tsien, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Dirjen Bea dan Cukai di JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/12/2009).

Menurut Tsien, pinjaman ini merupakan komitmen jangka panjang pemegang saham JICT.

“Selain pinjaman sebesar US$ 70 juta dari IFC dan HSBC, JICT mendanani sendiri sejumlah US$ 90 juta dari total biaya ekspansi senilai US$ 160 juta, yang secara jelas menunjukkan komitmen jangka panjang pemegang saham JICT terhadap masa depan dan kesuksesan JICT,” ujar Tsien.

Sri Mulyani sangat mendukung pinjaman IFC tersebut. Hal itu karena untuk mendukung pertumbuhan ekonomi adalah dengan memperbaiki infrastruktur.

Jadi, tambah Sri Mulyani, dengan adanya pinjaman ini, infrastruktur pelabuhan yang dikelola JICT bisa lebih baik sehingga mampu memenuhi target pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia mendatang.

Comments are closed.