Pelindo III investasi Rp100 miliar di Sampit

0
311

PT Pelabuhan Indonesia III menginvestasikan dana sebesar Rp100 miliar untuk meningkatkan menambah fasilitas bongkar muat di Pelabuhan Bagendang, Sampit, Kalimantan Tengah.

Dana itu digunakan untuk menambah lahan penimbunan petikemas dari 1 hektare menjadi 2 hektare dan menambah panjang dermaga dari 120 meter menjadi 300 meter.

General Manager Cabang Sampit PT Pelindo III Abdul Rofid Fanani
mengatakan, upaya penambahan fasilitas bongkar muat itu diharapkan dapat lebih mengoptimalkan peran dan fungsi Pelabuhan Bagendang sehingga arus barang menjadi lebih lancar.

“Ada alokasi investasi sekitar Rp100 miliar untuk penambahan container yard hingga 100%, dari 1 hektare menjadi 2 hektare. Investasi itu juga untuk menambah panjang dermaga 150% atau sepanjang 180 meter dari 120 meter menjadi 300 meter,” kata Rofid

Upaya penambahan itu, lanjut dia, dilakukan karena ada kecenderungan peningkatan arus bongkar muat petikemas melalui terminal Bagendang yang lokasinya 20 km dari Kota Sampit yang merupakan ibukota Kabupaten Kota Waringin Timur.

“Target manajemen pada 2010 untuk arus bongkar muat petikemas sebesar 27.500 TEUs [twenty feed equivalent units], hingga akhir September 2010 telah terlampaui. InsyaAllah pada akhir 2010 arus bongkar-muat petikemas bisa tembus 28.000 TEUs. Arus petikemas pada 2009 masih berkisar sekitar 26.000 TEUs,” ujarnya.

Rofid menjelaskan, posisi Pelabuhan Bagendang kini menjadi penting, karena kedepan dengan tipe terminal multiporpuse yang ditunjang dengan kelengkapan fasilitas bongkar muat dapat menjadi lokasi pengalihan bongkar muat barang dari Pelabuhan Sampit.

“Dengan konsep terminal multipurpose, Bagendang lebih modern dibanding pelabuhan lama di Kota Sampit yang masih konvensional. Pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi pengungkit agar pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar lebih tinggi,” tegasnya.

Proses bongkar muat petikemas di Bagendang, kata dia, telah didukung sejumlah peralatan berupa 1 unit reach stacker(RS), 2 unit head truck dan chassis, serta 1 unit forklift. “Kedepan akan ada tambahan 1 unit RS dan 2 unit Head truck beserta chasis-nya.”

Rofid menambahkan Pelabuhan Bagendang juga menjadi tujuan proses
bongkar muat komoditas curah cair khususnya crude palm oil (CPO).

“Khusus untuk CPO kini telah dihandling sekitar 200.000 ton. Komoditas curah cair khususnya CPO menjadi komoditas yang cukup potensial mengingat disekitar Pelabuhan Begandang masih banyak terdapat perusahaan pengeloha kelapa sawit dengan luas hutan yang sangat besar,”

Comments are closed.