Operator kapal tunggu aturan BBM bersubsidi

0
336

Operator kapal kontainer masih menunggu terbitnya aturan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk sektor angkutan niaga yang rencananya akan dirilis pada pekan depan.

Ketua Bidang Angkutan Kontainer Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Asmari Herry mengatakan penaikan tarif kontainer akan dilakukan setelah biaya operasi membengkak seiring dikuranginya BBM bersubsidi.

Dia menjelaskan saat ini operator kapal masih menunggu terbitnya aturan pembatasan BBM bersubsidi sambil mempersiapkan kalkulasi kenaikan tarif. “Penaikan ongkos angkut kontainer merupakan konsekwensi dari melonjaknya biaya operasional,” katanya hari ini.

Bisnis memberitakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan aturan mengenai mekanisme pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selesai pada pekan depan.

Menurut Asmary, komponen biaya BBM selama ini mengambil porsi 40% dari biaya operasi kapal. “Kenaikan ongkos angkut peti kemas disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan cost operational jika BBM bersubsidi untuk kapal niaga dicabut.”

Dia memperkirakan kenaikan ongkos angkut peti kemas pada setiap trayek berlayar di dalam negeri bisa berada pada kisaran 5%–15% bahkan dapat lebih tinggi untuk ukuran kapal tertentu.

Menurut dia, pemangkasan alokasi BBM bersubsidi berpotensi mengurangi perang tarif yang saat ini semakin parah. Bisa jadi operator kapal kontainer bisa bersatu kembali dan bersaing dengan sehat setelah cost operational itu naik.

Comments are closed.