PT. TPS BATAL LAYANI 10.000 TEUs PETIKEMAS

211
5234

PT Terminal Peti Kemas (TPK) Surabaya berpotensi kehilangan pendapatan dari pelayanan 10.000 TEUs peti kemas yang diangkut oleh 13 kapal kargo internasional akibat batal berlabuh di fasilitas dermaga pengelola terminal itu.
Pembatalan berlabuh di dermaga PT Terminal Peti Kemas Surabaya, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III, itu akibat perubahan jadwal Lebaran 2009 yang bergeser lebih cepat 1 hari dari perkiraan awal.

Corporate Public Relations PT Terminal Peti Kemas Surabaya Wara Dijatmika mengakui adanya pembatalan berlabuh 13 kapal kargo internasional dengan total muatan 10.000 TEUs.

“Manajemen memang memprediksi ada potential lossing sekitar 10.000 TEUs yang merupakan total muatan 13 kapal internasional yang batal berlabuh karena penghentian layanan Terminal Peti Kemas Surabaya sebanyak delapan shift terkait dengan libur Lebaran. Jumlah itu lebih banyak daripada biasanya, bahkan pada tahun lalu hanya tujuh kapal yang batal berlabuh,” katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Wara menjelaskan terjadinya proses penghentian layanan berlangsung pada 19-22 September 2009. “Sebenarnya manajemen telah melakukan prediksi terhadap kemungkinan libur Lebaran, tetapi ada dua skenario libur Lebaran yang dinyatakan pemerintah, yaitu pada 20 September dan 21 September,” ujarnya.

Dia memaparkan detail penghentian layanan TPK Surabaya pada 19 September untuk satu shift terakhir, sedangkan pada 20 dan 21 September masing-masing tiga shift dan pada 22 September terjadi penghentian satu shift layanan awal.

“Jadi, pada 22 September 2009 pukul 08.00 semua layanan TPK Surabaya telah beroperasi secara normal,” ungkapnya.

Terkait dengan potensi kerugian akibat muatan 10.000 TEUs tidak dilayani proses bongkar muatnya, Wara tidak bersedia menyebutkan jumlah kerugiannya. “Tidak etis untuk menghitung potensial lossing tersebut,” katanya.

Namun, dari data yang dihimpun Bisnis menunjukkan layanan bongkar muat dan handling di TPK Surabaya sebesar US$80 per kontainer.

Wara mengungkapkan dengan perubahan hari libur Lebaran yang lebih cepat 1 hari dari perkiraan awal, satu kapal peti kemas domestik juga mesti sandar lebih lama akibat karena terjadinya penghentian delapan shift layanan di TPK Surabaya.

“Ada satu kapal domestik milik PT Tempura Mas, yakni Tasik Mas mesti menunggu di dermaga dan baru berlayar kembali pada 22 September 2009,” ungkapnya.

Comments are closed.