Hatta: Presiden Tidak Intervensi

74
955

image

Hatta: Presiden Tidak Intervensi

Jakarta – Menko Perekonomian Hatta Radjasa menegaskan, Presiden SBY tidak mengintervensi atau ikut campur dalam rencana pergantian posisi Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar.

“Terkait pergantian di PLN ada mekanismenya sendiri dan Presiden tidak mengintervensi ini ganti, itu ganti. Ada mekanisme yang berjalan di dalam sistem yang dikembangkan oleh Menneg BUMN. Ada aturan-aturannya. Ada RUPS-nya. Ada Tim penilai-nya. Setelah dijaring semuanya itu, baru diberikan kepada Tim Penilai Akhir,” tuturnya ketika ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (21/12/2009).

Hatta mengatakan, pemerintah menyerahkan proses pergantian Dirut PLN ini kepada Menneg BUMN, dan menurutnya dalam waktu dekat Menneg BUMN akan menyampaikan hasil pergantian tersebut.

Nama Bos Jawa Pos Group Dahlan Iskan menjadi calon kuat Dirut PLN. Bahkan dia mengaku sudah beberapa kali menjalani tes wawancara.

Berikut petikan wawancara dengan Hatta:

Pak soal pergantian Dirut PLN?

Soal dirut PLN tentu ini mekanismenya ada di dalam RUPS dan Menneg BUMN. Dan ini juga sudah diselesaikan oleh Menneg BUMN. Tentu dalam hal ini sudah ada mekanisme yang mengatur bagaimana pergantian direksi, pergantian posisi komisaris dan sebagainya. Ada mekanismenya yang transparan dan akuntabel. Tentu dalam waktu dekat Menneg BUMN akan menyampaikan itu.

Mekanisme penentuan Dirut PLN bagaimana Pak?
Kalau Dirut PLN itu mekanismenya pure ada di Menneg BUMN. Itu dalam hal ini ada yang disebut tim penilai, ada Menkeu, Menteri Perekonomian, setelah melalui sistem yang ada di dalam Menneg BUMN, menjaring orang-orang. Lalu terjaring sekian nama, dari sekian nama itu di fit and proper test lagi oleh tim penilai akhir.

Tim Penilai Akhir (TPA) itu nanti ujungnya ke Presiden pak?

Jadi tim penilai itu ada menteri terkait, yaitu menteri teknisnya. Kalau menyangkut listrik ya Menteri ESDM, Menneg BUMN, Menkeu, juga ada sekretarisnya adalah Mensesneg, jadi itu adalah TPA.

Berarti pergantian Direksi itu sudah final yah?
Kalau tadi itu, sama sekali tidak melakukan TPA. Karena itu mekanismenya nanti oleh Menneg BUMN untuk melaporkan kepada TPA. Biasanya Presiden tidak pernah melakukan intervensi apapun. Menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang berjalan. Dan sudah ada sistemnya, tidak pernah presiden ada nama ini nama itu, itu tidak ada. Dijamin itu tidak.

Sudah berapa nama Pak?
Biasanya di dalam menentukan Direksi itu, dari sekian banyak yang dijaring, akhirnya ada 3, mengikuti mekanisme di TPA itu persis,. Jadi nanti ada 3, masing-masing melihat.[/readon1]

Comments are closed.